INDUSTRY.co.id - Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa produksi dan stok pangan nasional berada dalam kondisi aman, meskipun Indonesia tengah menghadapi dinamika cuaca dan curah hujan tinggi di sejumlah wilayah.
Mentan Amran menyampaikan, stok beras nasional per Januari 2026 mencapai 3,3 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Capaian ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan nasional tetap solid di tengah tantangan iklim.
“Insya Allah tidak berpengaruh sama sekali. Stok kita sekarang 3,3 juta ton. Itu tidak pernah terjadi selama Indonesia merdeka,” ujar Mentan Amran di Jakarta, Rabu (4/2).
Tak hanya dari sisi stok, kinerja penyerapan beras pemerintah juga menunjukkan lonjakan signifikan. Mentan Amran mengungkapkan, serapan beras pada Januari 2026 mencapai 112 ribu ton, melonjak drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 14 ribu ton.
“Januari tahun lalu hanya 14.000 ton, sekarang 112 ribu ton. Artinya naik sekitar 700 persen,” ungkapnya.
Menurut Mentan Amran, curah hujan tinggi justru menjadi berkah bagi sektor pertanian selama pengelolaan tata air berjalan optimal. Ia menegaskan bahwa tantangan terbesar bagi pertanian nasional justru terjadi saat kekeringan ekstrem seperti fenomena El Nino.
“Cuaca ini mendukung percepatan tanam. Tantangan terbesar itu ketika kekeringan,” tegasnya.
Memasuki awal 2026, Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan pemantauan intensif produksi dan stok pangan, khususnya di wilayah sentra produksi padi. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa produksi di Pulau Jawa sebagai lumbung pangan nasional masih berjalan dengan baik.
Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat dilaporkan berada dalam kondisi produksi yang relatif aman. Pasokan beras nasional tetap terjaga meskipun terdapat laporan banjir di beberapa lokasi.
Sebagai langkah antisipasi, Kementan memanfaatkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG sebagai dasar pengambilan kebijakan. Pendekatan ini memungkinkan potensi dampak cuaca ekstrem diantisipasi sejak dini agar tidak mengganggu ketersediaan pangan nasional.
Di tingkat lapangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan melakukan peninjauan langsung ke lahan pertanian terdampak genangan di Kabupaten Bekasi dan Karawang. Kunjungan tersebut dipimpin Direktur Jenderal Tanaman Pangan Yudi Sastro atas arahan Menteri Pertanian.
Dirjen Tanaman Pangan meminta dinas pertanian setempat segera mengusulkan bantuan benih bagi petani terdampak, agar proses tanam ulang dapat dilakukan secepatnya dan kesinambungan produksi tetap terjaga. Bantuan difokuskan pada wilayah yang mengalami genangan guna menekan risiko gagal panen.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta mengajukan normalisasi saluran air dan perbaikan irigasi sebagai langkah jangka menengah dan panjang untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Kementan menegaskan bahwa penguatan tata kelola air, pemantauan cuaca, dan respons cepat di lapangan menjadi kunci utama menjaga stabilitas produksi pangan nasional di tengah dinamika iklim yang semakin tidak menentu.