INDUSTRY.co.id - Jakarta — Komisi IV DPR RI memberikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas keberhasilan mencapai swasembada pangan nasional jauh lebih cepat dari target Presiden RI. Capaian ini dinilai sebagai tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus memastikan stabilitas stok beras menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI terkait kesiapan dan pengamanan harga serta stok pangan menjelang Ramadan, Selasa (3/2).

Anggota Komisi IV DPR RI, I Ketut Suwendra, menyebut pencapaian ini sebagai hasil kerja keras dan kepemimpinan kuat Menteri Pertanian beserta seluruh jajaran Kementerian Pertanian.

“Target swasembada pangan awalnya empat tahun, lalu dipercepat menjadi tiga tahun. Namun dengan kerja keras, target itu justru bisa dicapai hanya dalam satu tahun. Ini prestasi luar biasa dan sudah diumumkan langsung oleh Presiden,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Golkar, Firman Subagyo, yang menilai keberhasilan ini mencerminkan kinerja pemerintah yang cepat dan terukur.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PAN, Ajbar, menyoroti keberhasilan pemerintah melewati masa krusial kebijakan tanpa impor beras sepanjang 2025.

“Ujian terberat terjadi pada Desember 2025 dan Januari 2026. Alhamdulillah bisa dilewati dengan baik. Bahkan hingga saat ini cadangan beras pemerintah masih di atas 3 juta ton,” katanya.

Dalam rapat kerja tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa kondisi pangan nasional berada dalam keadaan cukup dan aman menghadapi Ramadan. Berdasarkan proyeksi neraca pangan, pemerintah memastikan kebutuhan komoditas utama seperti beras, jagung, bawang merah, cabai merah, daging ayam, telur ayam, dan minyak goreng dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Khusus beras, Mentan Amran memaparkan bahwa stok awal nasional mencapai 11,61 juta ton, ditambah produksi sekitar 7,98 juta ton, dengan kebutuhan selama Ramadan sekitar 5,12 juta ton. Dengan demikian, neraca beras nasional mencatat surplus 14,48 juta ton.

Sementara stok beras nasional per Januari 2026 tercatat 3,34 juta ton, angka yang dinilai sangat memadai untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga hingga Idul Fitri.

Untuk menjaga stabilitas tersebut, pemerintah terus melakukan pengamanan produksi di tengah musim hujan dan panen raya, distribusi pasokan dari wilayah surplus ke wilayah defisit, pemantauan harga harian melalui early warning system, hingga operasi pasar dan pengawasan bersama Satgas Pangan.

“Dengan pasokan yang memadai dan pengamanan yang konsisten, kami optimistis stabilitas pangan selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah dapat terjaga, sekaligus melindungi petani dan peternak nasional,” tegas Mentan Amran.