INDUSTRY.co.id - Jakarta - Salah satu kisah sukses inspiratif datang dari Anita Ratnasari, perempuan lulusan manajemen yang berhasil meraih komisi Rp100 juta pertamanya hanya dalam empat bulan sejak bergabung dengan Lazada Affiliate. 

Advertisement

Konsistensi dan pendekatan konten yang autentik membawanya meraih penghargaan Mitra Lazada Affiliate Terbaik kategori Kecantikan 2024, sekaligus membuktikan bahwa peluang di ekonomi digital terbuka lebar bagi siapa saja yang mau memulai.

"Awalnya saya hanya ingin menyalurkan hobi dan mencari penghasilan tambahan untuk membantu orang tua. Namun Lazada Affiliate menyediakan infrastruktur dan peluang yang sangat mendukung. Kuncinya adalah konsistensi dan membangun kepercayaan dengan audiens," ungkap Anita.

Advertisement

Kunci utama kesuksesan afiliasi adalah memiliki audiens yang loyal. Anita membangun komunitasnya melalui kanal Telegram "Racun Lazada Diskon Promo Murah" yang kini memiliki lebih dari 141 ribu anggota, serta grup WhatsApp. Ia secara aktif mempromosikan kanalnya di media sosial untuk menarik anggota baru. 

Kalau video bisa FYP atau viral di media sosial, anggota baru pasti bertambah dan itu berpengaruh langsung ke pemasukan," jelasnya.

Advertisement

Anita mendedikasikan waktunya seharian penuh untuk menjadi yang terdepan dalam berburu promo, terutama saat Flash Sale. Ia membagikan tautan produk satu per satu secara terus-menerus ke dalam komunitasnya. 

"Mungkin seperti 'mendonder' ya, tapi strategi membanjiri grup komunitas dengan tautan promo terbukti efektif untuk menciptakan efek FOMO (fear of missing out) dan mendorong penjualan," katanya.

Advertisement

Selain membagikan tautan, Anita menggunakan copywriting yang persuasif untuk menarik minat audiens. Ia sering membandingkan harga promo dengan harga normal untuk menunjukkan nilai lebih yang didapat. 

"Saya sering pakai caption andalan seperti, ‘CEPETT, harga aslinya 80 ribu!’ untuk membuat anggota merasa harus segera bertransaksi sebelum kehabisan," tambah Anita.

Kepercayaan adalah modal utama bagi seorang mitra affiliate. Untuk membangunnya, Anita sering kali menjadi pembeli pertama. "Kalau ada barang promo yang belum habis, biasanya saya checkout dulu, lalu saya bagikan bukti pembelian ke anggota. Saat mereka lihat saya juga beli, yang lain biasanya langsung ikut-ikutan. Jadi mereka percaya bahwa apa informasi yang saya bagikan memang benar dan menarik," tegasnya.

Untuk memberikan nilai lebih, Anita tidak hanya berbagi tautan, tapi juga hack belanja. Misalnya, ia akan menginformasikan jika membeli lebih dari satu produk akan mendapatkan diskon lebih besar, atau bagaimana cara memaksimalkan penggunaan koin di platform untuk potongan harga tambahan. 

"Dengan memberikan tips seperti ini, anggota merasa mendapat keuntungan lebih dari sekadar harga promo. Apalagi di era ekonomi saat ini dimana masyarakat cukup berhati-hati untuk belanja," tutup Anita.

Kisah Anita Ratnasari menegaskan bahwa di era creator economy, peluang untuk meraih kemandirian finansial semakin terbuka lebar bagi siapa saja yang berani memulai.