INDUSTRY.co.id - Jakarta – Tingkat utilisasi industri manufaktur nasional masih berada di kisaran 61,2 persen, jauh di bawah level ideal di atas 70 persen yang secara ilmiah dinilai mampu menciptakan daya tarik kuat bagi investor baru untuk masuk ke Indonesia.

Advertisement

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, meskipun angka tersebut belum tergolong rendah secara ekstrem, namun masih menyimpan ruang besar untuk ditingkatkan melalui pembenahan tata kelola perdagangan nasional, khususnya dalam pengendalian impor ilegal maupun legal yang tidak terkendali.

"Utilisasi 61,2 persen ini masih bisa kita dorong naik. Salah satu kuncinya yaitu memberantas impor dan impor ilegal serta memperkuat kebijakan yang berpihak pada industri dalam negeri," kata Menperin Agus pada saat Konferensi Pers Akhir Tahun Kementerian Perindustrian di Jakarta (31/12).

Advertisement

Menurutnya, negara dengan utilisasi manufaktur di atas 70 persen cenderung lebih menarik bagi investor, karena menunjukkan efisiensi kapasitas produksi, stabilitas permintaan, serta iklim usaha yang sehat. Kondisi tersebut menjadi indikator penting bagi investor global sebelum menanamkan modalnya.

Dia menambahkan, kebijakan perdagangan yang terlalu longgar terhadap produk impor dapat menekan industri nasional, menyebabkan kapasitas produksi tidak terserap optimal, serta menghambat pertumbuhan utilisasi pabrik dalam negeri.

Advertisement

"Jika pemerintah mampu membenahi sistem perdagangan, memperketat pengawasan impor ilegal, serta menghadirkan kebijakan afirmatif bagi industri nasional, maka bukan hanya utilisasi manufaktur yang meningkat, tetapi juga pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan," tegasnya.

Menperin menyakini peningkatan utilisasi industri akan berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja, peningkatan produktivitas, hingga kontribusi sektor manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB).

Advertisement

"Oleh karena itu, sinergi kebijakan antara kementerian teknis, aparat pengawasan, serta pelaku industri dinilai menjadi kunci untuk memperkuat daya saing manufaktur nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global," tutup Menperin Agus.