INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah Indonesia semakin menegaskan komitmennya untuk mendorong efisiensi energi dan dekarbonisasi sektor industri. Melalui Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi, industri dengan konsumsi energi tertentu diwajibkan menerapkan manajemen energi, meningkatkan kinerja efisiensi, serta melakukan pelaporan konsumsi energi secara berkala. Regulasi ini menjadi fondasi penting bagi transformasi industri yang lebih efisien, kompetitif, dan rendah emisi.

Advertisement

Sejalan dengan regulasi tersebut, pemerintah juga telah menyusun Peta Jalan Dekarbonisasi Industri yang menempatkan efisiensi energi sebagai salah satu langkah awal untuk menekan emisi, sekaligus menjaga daya saing industri nasional di pasar global.

Pada saat yang sama, pelaku industri juga menghadapi tantangan eksternal yang semakin berat: rantai pasok global yang tidak stabil, biaya material yang meningkat, kekurangan tenaga ahli, serta tuntutan untuk meningkatkan kinerja finansial sambil tetap memenuhi target keberlanjutan. Kombinasi faktor-faktor ini membuat industri dituntut untuk beroperasi dengan tingkat ketangkasan, efisiensi, dan visibilitas yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Advertisement

Untuk menjawab tantangan tersebut, Schneider Electric menghadirkan EcoStruxure Automation Expert, sebuah platform otomasi terbuka berbasis software (software defined automation) yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan ketangkasan operasional industri. 

EcoStruxure Automation Expert memisahkan logika kendali dari perangkat keras, sehingga aplikasi otomasi tidak lagi terkunci pada satu vendor atau arsitektur tertentu. Dengan begitu, industri dapat memanfaatkan kembali investasi perangkat yang sudah ada, bebas memilih hardware baru dari berbagai vendor, serta mengintegrasikan teknologi terkini termasuk sensor, sistem digital, hingga aplikasi berbasis AI secara lebih mulus. 

Advertisement

Kemampuan ini memberikan fleksibilitas besar bagi industri untuk melakukan modernisasi tanpa gangguan operasional yang signifikan. Pendekatan ini membuat integrasi teknologi baru menjadi lebih mudah, menghemat waktu commissioning hingga 30%–60%, serta memungkinkan perubahan konfigurasi proses hanya dalam hitungan menit.

Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Motor Dekarbonisasi

Advertisement

Implementasi efisiensi dan dekarbonisasi di sektor industri membutuhkan eksekusi yang konsisten di tingkat operasional. Di sinilah kolaborasi lintas sektor berperan sebagai enabler, bukan sekadar kerangka kebijakan. Pemerintah menetapkan arah dan target, sementara industri perlu didukung oleh teknologi yang memungkinkan peningkatan efisiensi dilakukan secara terukur, fleksibel, dan berkelanjutan. Penyedia teknologi berperan menjembatani kebijakan dan kebutuhan lapangan melalui solusi yang dapat diadopsi secara bertahap tanpa mengganggu operasional yang sudah berjalan.

Melalui pendekatan otomasi terbuka berbasis software, Schneider Electric mendukung industri dalam menerjemahkan tuntutan efisiensi dan keberlanjutan menjadi peningkatan kinerja proses yang nyata, mulai dari visibilitas operasional yang lebih baik, fleksibilitas sistem, hingga kesiapan integrasi teknologi digital di masa depan.

Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, mengatakan “Regulasi dan target dekarbonisasi memberikan arah yang jelas bagi industri. Tantangannya adalah bagaimana industri dapat menjalankannya secara efektif di level operasional. Melalui EcoStruxure Automation Expert, kami membantu industri membangun sistem otomasi yang lebih fleksibel, terbuka, dan siap berkembang, sehingga efisiensi dapat dicapai secara berkelanjutan tanpa mengorbankan produktivitas dan daya saing.”