INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kepala Badan Pengelola (BP) Kawasan Rebana Helmy Yahya menyebut Kawasan Rebana semakin menjadi magnet investasi global, seiring kedatangan calon investor dari berbagai negara yang siap menanamkan modal di kawasan strategis Jawa Barat tersebut.
“Kami kedatangan calon-calon investor dari seluruh dunia yang akan berinvestasi di Kawasan Rebana,” kata Helmy Yahya di Majalengka, Jawa Barat (13/12).
Dia mengakui salah satu tantangan utama dalam mendorong masuknya investasi berskala besar adalah kesiapan tenaga kerja dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Untuk menjawab hal tersebut, BP Kawasan Rebana tengah memfokuskan pengembangan pendidikan berbasis vokasi.
“Persoalan kita memang terkait tenaga kerja. Karena itu, kami akan lebih banyak menyiapkan sekolah vokasi agar kebutuhan industri bisa langsung terpenuhi,” ujarnya.
Upaya penguatan SDM ini juga mendapat dukungan internasional. Helmy mengungkapkan bahwa Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) telah menyatakan kesepahaman untuk membantu pengembangan sekolah vokasi di Kawasan Rebana.
“Kemarin Duta Besar UEA juga sudah sepaham dan siap membantu pembangunan sekolah vokasi di Rebana,” katanya.
Selain kesiapan SDM, Helmy menilai Kawasan Rebana memiliki daya saing tinggi dibanding kawasan industri lainnya. Beberapa keunggulan utama antara lain upah minimum regional (UMR) yang masih kompetitif serta harga lahan yang relatif terjangkau.
“Kawasan Rebana itu punya daya saing yang luar biasa. UMR masih kecil, tanah masih murah, dan lokasinya sangat strategis,” ujar Helmy.
Dari sisi realisasi dan target investasi, Helmy menyebutkan nilai investasi yang masuk ke Kawasan Rebana pada triwulan III tahun 2025 mencapai Rp25 triliun. Angka tersebut diproyeksikan meningkat signifikan pada tahun berikutnya.
“Investasi pada triwulan III tahun 2025 sebesar Rp25 triliun. Tahun depan target kita naik 25 persen,” katanya.
Dengan kombinasi keunggulan lokasi, dukungan infrastruktur, kesiapan tenaga kerja, serta komitmen investasi global, Helmy optimistis Kawasan Rebana akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia dan berperan strategis dalam mendorong industrialisasi berkelanjutan di Jawa Barat.