INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan dukungan penuh terhadap Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi atau Program Magang Nasional yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

Program strategis ini dinilai sebagai langkah kunci dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi percepatan transformasi ekonomi nasional.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemagangan adalah instrumen penting dalam mempercepat proses penyiapan tenaga kerja muda sebelum memasuki dunia kerja. 

Menurutnya, program ini memberikan kesempatan bagi lulusan pendidikan tinggi untuk memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri modern yang menuntut disiplin, produktivitas, serta kemampuan inovasi.

"Melalui pemagangan, lulusan perguruan tinggi bisa memahami langsung ekosistem kerja industri dan memperoleh keterampilan yang benar-benar dibutuhkan dunia usaha,” ujar Menperin di Jakarta, Selasa (2/12).

Agus menekankan bahwa kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan Program Magang Nasional, terutama dari sektor industri yang diharapkan membuka peluang partisipasi bagi lulusan perguruan tinggi.

"Partisipasi industri akan memberikan dampak besar bagi ketersediaan tenaga kerja terampil dan memudahkan proses rekrutmen, sekaligus mendukung daya saing manufaktur nasional," katanya.

Menperin menegaskan bahwa pemagangan harus ditempatkan sebagai gerakan nasional untuk melahirkan generasi muda yang siap bersaing di tingkat global.

"Investasi pada SDM melalui program pemagangan akan mendorong peningkatan produktivitas, percepatan industrialisasi, dan penciptaan ekonomi bernilai tambah tinggi," tegas Agus.

Ia memastikan bahwa Program Magang Nasional menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara industri maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko S.A. Cahyanto menambahkan bahwa dukungan Kemenperin diwujudkan melalui fasilitasi, pendampingan, serta penyediaan platform pengembangan keterampilan dan promosi karier di sektor industri. Platform tersebut dirancang untuk menghubungkan lulusan perguruan tinggi dengan kesempatan magang di berbagai sektor manufaktur.

Dengan 69 persen penduduk berada pada usia produktif di tahun 2025, Eko menegaskan bahwa pemagangan menjadi jembatan penting antara dunia pendidikan dan industri.

"Melalui program ini, lulusan tidak hanya berpengalaman kerja, tetapi juga memahami budaya kerja industri, standar keselamatan, dan etos inovasi,” jelasnya.

Eko juga mendorong partisipasi aktif pelaku industri karena seluruh pembiayaan peserta magang telah ditanggung pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menjelaskan bahwa Kemenperin memiliki ekosistem pendidikan vokasi yang paling terintegrasi di Indonesia, meliputi, perguruan tinggi vokasi industri, SMK industri, balai diklat industri, lembaga standardisasi dan layanan jasa industri.

“Seluruh satuan pendidikan tersebut siap membuka akses pemagangan dan memberikan pengalaman nyata dalam sistem pembinaan industri nasional,” ungkap Doddy.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan sistem digital terpadu melalui platform siapkerja dan maganghub untuk memudahkan proses pendaftaran.

“Kami menyiapkan 100 ribu kuota pemagangan untuk lulusan sarjana dengan masa kelulusan maksimal satu tahun. Peserta akan menempuh pemagangan selama enam bulan dan menerima uang saku setara Upah Minimum Kabupaten (UMK) sesuai wilayah penyelenggaraan,” tutupnya.