INDUSTRY.co.id - Jakarta — Direktur Eksekutif Lembaga Literasi Politik Indonesia (LPI) Ujang Komarudin meminta semua pihak memberikan dukungan penuh kepada PT Pertamina (Persero) yang tengah melakukan pembenahan tata kelola dan layanan. 

Ia menilai upaya tersebut berpotensi menghadapi tekanan dari jaringan mafia migas yang masih aktif.

“Mafia migas akan memberikan tekanan terhadap perusahaan plat merah tersebut dari berbagai cara. Karena itu semua pihak harus membantu Pertamina agar mafia migas tidak menggerogoti atau menggembosi Pertamina,” ujar Ujang saat dihubungi di Jakarta, kemarin.

Ujang menyatakan pembenahan yang dilakukan Pertamina harus terus dikawal agar perusahaan energi nasional tersebut semakin bersih dan sehat. Menurut dia, dukungan tidak hanya datang dari Presiden, tetapi juga seluruh elemen bangsa.

“Dukungan Pertamina bukan saja dari Pak Presiden Prabowo, tetapi dari semua pihak, termasuk masyarakat,” katanya.

Ia mengingatkan potensi dampak besar apabila Pertamina tidak memperoleh dukungan publik. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu adu domba antara Pertamina dan masyarakat serta membuka celah masuknya mafia migas ke dalam tata kelola perusahaan.

“Tentunya kalau Pertamina tidak dapat dukungan dampaknya sangat besar, maka publik harus mendukung Pertamina bersih-bersih dari mafia migas,” ujar Ujang.

Selain itu, pengamat energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi menegaskan ancaman mafia migas masih membayangi pemerintah seiring adanya regenerasi dalam jaringan tersebut.

“Saya berkeyakinan ini masih satu jaringan dengan sebelumnya karena yang ditangkap ini anaknya Riza Chalid. Modus yang digunakan sama persis seolah-olah melanjutkan apa yang dilakukan generasi sebelumnya,” ucap Fahmy.

Fahmy menilai penindakan hukum yang dilakukan Kejaksaan menjadi sinyal positif, namun pemerintah dan BUMN energi tetap harus meningkatkan pengawasan agar praktik mafia tidak kembali memengaruhi kebijakan sektor migas.