INDUSTRY.co.id - Jakarta-Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) tengah menyiapkan langkah penurunan suku bunga kredit. Sebelum ke arah sana, pihak BNI harus memastikan suku bunga funding juga turun.
Direktur Tresuri & Internasional BNI Panji Irawan mengatakan,masih ada ruang bagi BNI untuk menurunkan bunga kredit. Rencana tersebut belum final karena menunggu hasil kajian seberapa efektif penurunan bunga terhadap penyaluran kredit.
"Inisiatif diturunkan, suku bunga pasar uang dan deposito maka dilihat mana yang perlu, perkiraan saya di BNI punya ruang turun bunga kredit 25 bps," katanya di Jakarta, Senin (21/8/2017).
Diketahui, pertumbuhan kredit BNI sampai akhir paruh pertama 2017 tercatat sebesar 15,4 persen atau mencapai Rp 412,18 triliun.
DPK yang berhasil dihimpun mencapai Rp 463,86 triliun hingga akhir semester 1 2017 atau naik 18,596. Porsi dana murah (CASA) mencapai 60,9 persen dari total DPK pada akhir Juni 2017 dibandingkan posisi yang sama 2016 sebesar 60,4 persen dari total DPK.
Terkait pendanaan untuk memperkuat kredit, lanjut dia, BNI punya plafon Rp10 triliun yang berasal dari rencana Penerbitan Umum Berkelanjutan (PUB).
Namun, Panji belum bisa memastikan deadline penarikan plafon dana tersebut. Dari rencana yang beredar, setidaknya BNI akan menarik Rp 3 triliun untuk tenor 5 tahun.
"Sisa likuiditas masih mungkin,hak masih panjang dua tahun. Kita enggak nimbun raw material. Pasti akan tarik lagi. Deal pastikan dulu," jelas dia.