INDUSTRY.co.id - Medan — Salah satunya datang dari J&T Cargo, perusahaan logistik nasional yang menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bertajuk “Satu Langkah Satu Kebaikan”. 

Advertisement

Melalui program ini, J&T Cargo merenovasi SDN 030343 Binangara di Desa Silalahi II, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara.

Sekolah yang terletak di perbukitan dekat Danau Toba ini sebelumnya mengalami keterbatasan fasilitas. Mulai dari ruang kelas dengan cat memudar, jendela rusak, atap bocor, hingga belum memiliki instalasi listrik dan kamar mandi memadai. 
Kini, berkat bantuan J&T Cargo, SDN 030343 Binangara berdiri lebih layak dan nyaman, memberikan semangat baru bagi para siswa dan guru di daerah tersebut.

Advertisement

Program “Satu Langkah Satu Kebaikan” menjadi wujud nyata komitmen J&T Cargo dalam mendukung kemajuan masyarakat melalui peningkatan akses dan fasilitas pendidikan. Dalam acara peresmian sekolah, hadir para murid, guru, orang tua, kepala dusun, serta ketua adat setempat.

Kegiatan dibuka dengan tarian tradisional Tor-Tor oleh siswa-siswi sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada seluruh tamu. Prosesi pemotongan pita simbolis dilakukan oleh General Manager J&T Cargo Medan, Daniel Wijaya, bersama Kepala Sekolah Terima Basa Sitepu dan Kepala Dusun Sitiotio, Posman Simarmata, menandai selesainya proses renovasi.

Advertisement

“Kami percaya bahwa kemajuan bangsa berawal dari ruang kelas yang layak. Setiap langkah kecil yang kami ambil melalui program ini adalah bentuk kepedulian terhadap generasi penerus Indonesia. Jika satu sekolah berubah, maka masa depan anak-anak di dalamnya juga ikut berubah,” ujar Daniel Wijaya.

Bantuan yang diberikan meliputi renovasi ruang kelas, instalasi listrik, perbaikan kamar mandi dan saluran air bersih, hingga penyaluran perlengkapan pendidikan seperti tas, buku tulis, dan seragam bagi para siswa. Dengan dukungan ini, kegiatan belajar mengajar kini dapat berjalan lebih nyaman dan kondusif.

Advertisement

Kepala Sekolah SDN 030343 Binangara, Terima Basa Sitepu, menyampaikan rasa syukur atas perubahan besar yang terjadi di sekolahnya.

“Sebelumnya kami mengajar dengan segala keterbatasan fasilitas, tanpa listrik dan bangunan yang rusak. Sekarang kegiatan belajar mengajar jauh lebih maksimal. Anak-anak bisa belajar dengan fokus, dan kami para guru juga lebih bersemangat. Bantuan ini bukan hanya memperbaiki bangunan, tapi menumbuhkan semangat baru bagi kami semua,” ujarnya.

Sementara itu, Justinus Pintubatu, perwakilan orang tua siswa, menuturkan bahwa bantuan J&T Cargo telah membawa perubahan besar dalam semangat belajar anak-anak.

“Dulu anak-anak belajar di tempat yang kurang layak. Sekarang, mereka datang ke sekolah dengan antusias. Kami merasa tidak sendiri dalam memperjuangkan masa depan anak-anak kami,” katanya.

Perbaikan fasilitas ini berdampak signifikan terhadap motivasi belajar siswa dan kualitas pengajaran guru, membangun suasana belajar yang lebih baik di daerah terpencil.

Dalam pelaksanaannya, program ini juga mengedepankan semangat gotong royong. J&T Cargo menggandeng warga Desa Silalahi II untuk turut serta dalam proses renovasi sekolah, mulai dari pengecatan, pembangunan, hingga perapihan lingkungan.

Keterlibatan masyarakat tidak hanya membantu mempercepat pekerjaan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap sekolah.

“Kami bangga bisa ikut membangun sekolah anak-anak kami sendiri. Bantuan J&T Cargo tidak hanya membawa perubahan, tapi juga menggerakkan masyarakat untuk bergotong royong. Sekolah ini kini jadi simbol kebersamaan kami,” ungkap Posman Simarmata, Kepala Dusun Sitiotio.

Dengan melibatkan masyarakat, J&T Cargo memastikan manfaat program ini tidak berhenti di fasilitas fisik, tetapi juga memberdayakan warga sekitar.

Program “Satu Langkah Satu Kebaikan” merupakan bagian dari komitmen jangka panjang J&T Cargo dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. 

“Kami ingin tumbuh bersama masyarakat. Melalui ‘Satu Langkah Satu Kebaikan’, kami berharap dapat terus membawa manfaat dan inspirasi bagi banyak orang, dari kota besar hingga pelosok negeri,” tutup Daniel Wijaya.