INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian.
Kamis (9/10/2025), Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menerima kunjungan tim asesor dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI dalam rangka visitasi reakreditasi lembaga pengakreditasi program pelatihan bidang pertanian.
Tim asesor yang dipimpin Hartoto, dengan anggota Wisnu Wasisa Putra dan Rabiatul Adawiyah, melakukan penilaian langsung terhadap kualitas kelembagaan serta pelaksanaan program pelatihan di lingkungan Puslatan. Mereka disambut oleh Kepala Puslatan, Tedy Dirhamsyah, bersama jajaran tim pelatihan.
“Visitasi ini merupakan bagian penting dari proses penilaian mutu dan tata kelola pelatihan. Kami ingin memastikan setiap program pelatihan benar-benar mampu mencetak SDM pertanian yang unggul dan berdaya saing global,” ujar Tedy.
Langkah reakreditasi ini merupakan bentuk keseriusan Kementan dalam menjaga standar profesionalitas dan kualitas pelatihan pertanian nasional.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar formalitas, melainkan strategi penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Akreditasi pelatihan pertanian adalah langkah strategis dalam menjaga mutu pendidikan dan pelatihan di sektor pertanian. SDM pertanian yang unggul adalah fondasi utama ketahanan pangan bangsa,” tegas Amran.
Senada dengan hal itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menilai akreditasi menjadi instrumen penting dalam mendorong profesionalitas pelaku dan penyelenggara pelatihan.
“Akreditasi adalah kunci untuk melahirkan SDM pertanian yang berkompeten dan siap bersaing. Dengan begitu, pertanian Indonesia bisa naik kelas,” ujarnya.
Menutup kegiatan, Tedy Dirhamsyah menyampaikan apresiasi kepada LAN RI yang telah melaksanakan visitasi reakreditasi dengan profesional.
“Kami berkomitmen terus meningkatkan mutu layanan pelatihan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, sesuai arahan dan bimbingan LAN,” ucapnya.
Tedy berharap, melalui proses reakreditasi ini, Puslatan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menyiapkan aparatur dan non-aparatur pertanian yang adaptif, inovatif, dan siap membawa pertanian Indonesia menuju swasembada dan daya saing global.