INDUSTRY.co.id-Jakarta-PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjelaskan empat portofolio bisnis yang akan digarap selama lima tahun.

Advertisement

Menurut, Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, empat portofolio yaitu B2C (konsumer), B2B infrastruktur, B2B ICT, dan bisnis internasional.

“B2B ICT menjadi salah satu fokus kami untuk melayani langsung corporate customer. Setiap sektor industri akan mendapatkan solusi yang disesuaikan, karena kebutuhan sektor tambang tentu berbeda dengan kesehatan atau perbankan,” kata Faizal pada acara Business Update Penguatan Product Hero Digital & B2B Telkom di Market di Jakarta, Kamis (14/8/2025).

Advertisement

Kata Faizal, Telkom menyiapkan empat platform pendukung B2B ICT: AI, keamanan siber (cyber security), Internet of Things (IoT), dan layanan komputasi awan (cloud). Di antara keempatnya, AI disebut sebagai killer solution yang akan menjadi pembeda.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, dalam dua pekan ke depan, Telkom akan meluncurkan AI Center of Excellence di Bali dengan merek “AI in the Box”, ditujukan untuk seluruh segmen pelanggan.

Advertisement

Menurut dia, Plpengembangan AI ini dilakukan melalui strategi build, borrow, dan buy, yakni membangun sendiri, berkolaborasi dengan mitra lokal maupun global, serta membeli solusi yang sudah ada. Ekosistem AI tersebut akan didukung oleh AI Playground untuk eksperimen solusi, AI Connect untuk kolaborasi, serta sembilan AI Hub di kota-kota besar sebagai pusat edukasi dan konsultasi bagi pelanggan korporasi.

Menurutnya, Telkom telah mengembangkan solusi berbasis data dan AI sejak 2018, termasuk AI Big Box untuk analisis data kementerian/lembaga, analitik media sosial, hingga legal analytics. Selama tujuh tahun, solusi AI Telkom diklaim telah menghasilkan pendapatan kumulatif hampir Rp1 triliun.

Advertisement

“Pilot project pertama kami adalah menerapkan AI di seluruh ekosistem bisnis Danantara Group, yang memiliki banyak sekali perusahaan yang tersebar di 12 sektor industri,” katanya.

Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, menyatakan bahwa pasar digital Indonesia berkembang sangat cepat, menjadi peluang strategis bagi Telkom untuk meningkatkan kontribusi bisnis korporasi.

Saat ini, unit enterprise Telkom menyumbang kurang dari 20% dari total pendapatan grup, jauh di bawah proporsi yang umum di perusahaan telekomunikasi global, yang bisa mencapai lebih dari 30%.

“Target kami dalam lima tahun adalah kontribusi enterprise bisa setara dengan benchmark global. Pasarnya besar, adopsi digitalnya tinggi, dan kita punya infrastruktur serta akses pelanggan yang kuat,” kata Veranita.

Sambung Veranita , fokus bisnis enterprise Telkom akan mengarah pada smart connectivity, IoT, keamanan siber, dan AI. Keempatnya akan menjadi motor pertumbuhan sekaligus pondasi layanan digital yang aman dan berkelanjutan.

“Kami tidak ingin AI hanya menjadi wacana. Kapabilitas digital Indonesia harus dibangun agar talenta kita kompetitif di Asia Tenggara bahkan Asia,” jelasnya.