INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur resmi membangun tangki septik komunal berbasis teknologi biogas di kawasan Rusunami Bidara Cina. 

Advertisement

Kolaborasi ini merupakan bagian dari program Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) yang bertujuan mendukung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta mengurangi pencemaran lingkungan di wilayah padat penduduk Jakarta Timur.

Dengan pendekatan teknologi tepat guna, PT JIEP membangun tangki septik komunal yang mampu melayani 688 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.064 jiwa. Sistem ini tidak hanya mengelola limbah secara higienis, tetapi juga menghasilkan energi alternatif berupa biogas, memberikan manfaat ganda bagi masyarakat.

Advertisement

Direktur Utama PT JIEP, Satrio Witjaksono, menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang ingin memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi permasalahan sanitasi. 
“Kami ingin meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui sistem sanitasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Data menunjukkan, akses masyarakat Jakarta Timur terhadap jamban baru mencapai 90,52%, artinya masih ada 9,48% warga yang belum memiliki fasilitas sanitasi layak. Wilayah Rusunami Bidara Cina menjadi prioritas intervensi karena selama ini limbah domestik masih dibuang ke selokan yang bermuara ke Sungai Ciliwung, memicu risiko tinggi terhadap penyebaran penyakit berbasis lingkungan.

Advertisement

Walikota Jakarta Timur, Munjirin, turut mengapresiasi langkah PT JIEP. “Kami berharap langkah ini menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama mewujudkan Jakarta Timur yang lebih sehat dan bebas dari praktik BABS,” katanya.

Advertisement

Proyek ini mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang hadir langsung dalam seremoni peletakan batu pertama pada Senin, 28 Juli 2025. 

“Persoalan Buang Air Besar Sembarangan adalah isu mendasar yang harus kita selesaikan bersama. Pemanfaatan teknologi biogas adalah solusi inovatif yang patut kita dukung,” kata Pramono dalam sambutannya.