INDUSTRY.co.id - Jakarta — Produk unggulan buatan pelaku UMKM di berbagai daerah di Indonesia semakin mendapat tempat di pasar lokal. Namun, ketika berbicara tentang ekspansi ke pasar global, tantangan langsung muncul: mulai dari pengetahuan tentang regulasi ekspor, strategi pemasaran lintas negara, hingga penggunaan platform digital ekspor seperti Alibaba dan Amazon.

Advertisement

Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, GETI Incubator menghadirkan Skema Sertifikasi Ekspor Digital Berbasis Platform berlisensi BNSP. “UMKM Indonesia punya produk unggul, tapi perlu jalan ke pasar dunia. Di sinilah peran skema ekspor digital kami,” ujar Rachmat Wirasena Suryo, General Manager Academic GETI Incubator. 

Dalam wawancara, ia menekankan pentingnya digitalisasi proses ekspor agar pelaku UMKM tidak hanya jago jualan lokal, tapi juga percaya diri menembus pasar internasional.

Advertisement

Program pelatihan ini membekali peserta dengan pemahaman ekspor berbasis platform digital. Mereka tidak hanya belajar proses ekspor konvensional, tetapi juga cara membuat etalase produk internasional, riset pasar global, menjawab permintaan buyer asing, hingga memahami logistik ekspor dan dokumen perdagangan internasional. Platform yang digunakan mencakup Alibaba.com, Amazon, dan eBay, dengan studi kasus langsung dari pelaku ekspor muda di Indonesia.

Berdasarkan data Indonesia Export Statistics dari Kementerian Perdagangan RI, kontribusi ekspor UMKM terhadap total ekspor nasional pada 2024 baru menyentuh 15,7%, jauh di bawah negara-negara tetangga seperti Malaysia (25%) dan Thailand (29%). Hal ini disebabkan masih minimnya pelaku UMKM yang memahami teknis ekspor, terutama berbasis digital.

Advertisement

Dengan metode pembelajaran TauBisaJago, peserta memulai dari pemahaman dasar perdagangan global dan platform ekspor digital (tau), lalu dilanjutkan dengan praktik membuat akun penjual, menyusun profil buyer, dan menyiapkan dokumen ekspor (bisa). Di akhir pelatihan, peserta akan menjalani inkubasi satu bulan penuh untuk menjalankan simulasi ekspor dan negosiasi langsung dengan buyer luar negeri yang difasilitasi oleh GETI (jago).

GETI telah menjalin kerja sama dengan kampus dan pemerintah daerah untuk merekrut peserta dari kalangan UMKM binaan, mahasiswa kewirausahaan, hingga alumni program vokasi. Kampus mitra seperti Universitas Raharja, UPN, UGM, dan Swiss German University turut mendorong integrasi pelatihan ini ke dalam program akademik mereka.

Advertisement

Sementara itu, di daerah-daerah seperti Jawa Tengah dan Kalimantan Timur, pelatihan ini juga diadopsi sebagai bagian dari strategi ekspor berbasis komunitas.

Peserta berasal dari berbagai sektor seperti makanan olahan, kerajinan tangan, tekstil, hingga produk herbal. Banyak di antara mereka yang sebelumnya hanya menjual lewat marketplace lokal, kini mulai merintis pasar ekspor dengan dukungan platform dan jaringan buyer digital.

Hingga pertengahan tahun 2025, lebih dari 800 peserta telah mengikuti pelatihan ini dan lebih dari 200 di antaranya telah berhasil onboarding ke platform ekspor digital, baik sebagai eksportir langsung maupun supplier untuk buyer global.

“Banyak produk Indonesia punya daya saing, bahkan disukai konsumen luar negeri. Tapi yang sering kurang adalah kesiapan digital dan keberanian untuk memulai. Itu yang kami dorong lewat pelatihan ini,” tambah Rachmat.

Melalui kombinasi pembelajaran teknis, pendampingan, dan kemitraan internasional, GETI menghadirkan solusi konkret agar UMKM Indonesia tidak hanya naik kelas secara lokal, tapi juga tampil sebagai pemain di pasar global. Silahkan menghubungi Whatsapp GETI https://s.id/industrycoidxgeti untuk info lanjutannya.