INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pada perdagangan Selasa (15/8/2017), diperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung cenderung flat pada oscillator tengah. Sembilan saham layak diakumulasi para pemodal.
"Dengan demikian percobaan penguatan masih berpeluang besar dengan range pergerakan 5785-5850," kata Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas di Jakarta, Selasa (15/8/2017).
Ia katakan, pergerakan IHSG yang kembali terkonsolidasi pasca tekanan jual pada akhir pekan membuat kembali terlihat tertahan pada support MA50 (5785) dan mencoba whipsaw pada level bullish trend jangka panjang (5800). Indikator Stochastic berpola dead-cross pasca tekanan jual yang cukup signifikan terlihat diakhir pekan lalu.
Sentimen selanjutnya, Lanjar ungkap, akan penuh dengan sentimen dalam negeri yang menurut ekspektasi cukup positif yakni data komposisi Import yang naik 30.34% dan Eksport 31.12% serta pertumbuhan pinjaman 9%.
Bursa saham di Asia ditutup mixed dimana Nikkei (-0.98%) dan Topix (-1.12%) melemah setela dibuka kembali pasca libur diakhir pekan lalu meskipun pertumbuhan kuartalan Jepang diatas ekpektasi dan mencerminkan permintaan domestik yang lebih tinggi. Sedangkan Indeks saham Hangseng (+1.36%), CSI300 (+1.30%), Kospi (+0.63%), STI (+0.88%), KLSE (+0.23%) dan IHSG (+0.61%) menguat setelah mengalami aksi jual pada akhir pekan lalu akibat memanasnya tensi Korea Utara dengan AS. Asset haven diwarnai aksi profit taking dimana Gold Spot (-0.58%) turun pada perdagangan hari ini.
Mengikuti mayoritas indeks saham di Asia, IHSG (+0.61%) menguat cukup signifikan sejak awal sesi perdagangan dengan ditutup naik 35.35 poin dilevel 5801.49 dengan value dan volume yang standart. Aneka Industri (1.11%) memimpin penguatan disusul Industri Dasar (1.08%) dan Property (1.08%). Data penjualan motor bulan July naik signifikan 76.4% dari -26.9% diperiode sebelumnya menjadi salah satu sentimen positif pada pertumbuhan tingkat kemampuan konsumen.
Namun dari sisi aliran dana investor asing yang masuk kebursa saham Indonesia masih cenderung net sell dimana tercatat total net sell sebesar 298.06 Miliar rupiah dengan net sell -202.45 Miliar rupiah pada pasar reguler dan net sell 95.62 Miliar rupiah.
Indeks saham di Eropa dibuka sangat optimis dimana EuroStoxx (+1.04%), FTSE (+0.58%), DAX (+1.14%) dan CAC40 (+0.91%) menguat signfikan diawal sesi perdagangan. Merendahnya kekhawatiran terhadap perang antara Korea Utara dan AS setelah pejabat AS turun tangan menjadi faktor utama reboundnnya mayoritas indeks di Eropa dan tertekannya Treasury dan Asset Haven.
Ia menyodorkan sembilan saham yang dapat diperhatikan investor, yaitu: ACES, ASII, GJTL, ICBP, JPFA, MNCN, GGRM, LPPF, UNVR.