INDUSTRY.co.id - Jakarta – Momen Lebaran identik dengan hidangan khas yang menggugah selera, mulai dari opor ayam, rendang, sambal goreng ati, hingga kue-kue manis. Namun, di balik kelezatan makanan tersebut tersimpan risiko serius bagi kesehatan, terutama lonjakan kadar kolesterol yang dapat memicu penyakit jantung.

Advertisement

Ahli gizi Defanda Tritya, S.Gz, RD mengingatkan bahwa konsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol selama Lebaran bisa berdampak langsung pada kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat), dan trigliserida. Jika tidak diimbangi dengan asupan serat dan pola makan sehat, kondisi ini bisa menyebabkan aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah, yang menjadi pemicu penyakit jantung koroner dan stroke.

Sebagai langkah pencegahan, Defanda merekomendasikan konsumsi glukomanan, jenis serat larut air yang berasal dari umbi tanaman konjac (Amorphophallus konjac). Di Indonesia, glukomanan dikenal lewat bahan pangan seperti porang dan shirataki, serta tersedia dalam bentuk suplemen powder.

Advertisement

“Pola makan masyarakat Indonesia setelah Lebaran cenderung rendah serat, padahal serat berperan penting dalam menjaga kadar kolesterol tetap normal dan mencegah penyakit jantung,” jelas Defanda.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa glukomanan bekerja seperti spons yang menyerap air, kolesterol, dan zat sisa dalam saluran cerna. 

Advertisement

“Ini membantu tubuh membuang kelebihan kolesterol secara alami,” tambahnya.

Penelitian terbaru pada tahun 2024 menunjukkan bahwa konsumsi 3 gram glukomanan per hari selama empat minggu dapat menurunkan kadar kolesterol total, LDL, trigliserida, bahkan berat badan dan gula darah puasa.

Advertisement

Manfaat lain glukomanan mencakup mengikat asam empedu di usus untuk mengurangi penyerapan kolesterol ke dalam darah, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular serta meningkatkan keseimbangan lemak dalam tubuh.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa pemberian glukomanan dengan dosis 20 mg/kg berat badan efektif menurunkan kadar kolesterol total, terutama pada individu dengan pola makan tinggi lemak.

Dalam suasana pasca-Lebaran, saat banyak orang merasa bersalah karena menyantap makanan berlemak, glukomanan bisa menjadi solusi alami dan mudah untuk membantu menurunkan kolesterol secara bertahap. Meski demikian, para ahli tetap mengingatkan pentingnya menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, dan mengindari makanan tinggi lemak jenuh secara berlebihan.

Konsumsi glukomanan secara rutin setelah Lebaran dapat menjadi salah satu langkah cerdas untuk menjaga kesehatan jantung. Dengan kandungan serat larut air yang tinggi dan kemampuan mengontrol kadar kolesterol, glukomanan menjadi alternatif alami untuk mendukung gaya hidup sehat setelah musim perayaan berakhir.