INDUSTRY.co.id - Di usianya organisasi wanita terbesar di Indonesia, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) ke 88, sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dalam periode kepemimpinan Dewan Pimpinan Kowani periode 2014-2019 melaunching buku dengan judul “Sebelas Windu KOWANI Mengukir Bakti.”
Bukan hanya buku ini saja, Ketua Umum KOWANI telah merencanakan akan meluncurkan sejumlah buku lainya, ditulis oleh para anggotanya yang tersebar dipenjuru tanah air.
Khusus buku ini Ketua Umum KOWANI pada sambutanya mengatakan, "Akan lebih baik jika perempuan mengetahui sejarah perjuangan perempuan di Indonesia. Dengan mengetahui sejarahnya, tentunya akan lebih mengetahui bagaimana dulu, perempuan Indonesia berjuang untuk negara ini, “ jelas Ketua Umum Kowani, DR. Ir. Giwo Rubianto, M.Pd di Jakarta (20/12)
Buku ini diluncurkan menjelang Peringatan Hari Ibu, sebagai peringatan perjuangan perempuan Indonesia saat Kongres Perempuan Indonesia, yang diadakan tanggal 22 Desember 1928, dimana hasil dari kongres tersebut menghasilkan konsep Ibu Bangsa.
KOWANI senantiasa komitmen, konsisten didalam memperjuangkan aspirasi kaum perempuan. Dengan diluncurkan buku ini diharapkan KOWANI mengilhami kaum perempuan agar bisa berkreasi meneruskan cita-cita luhur perjuangan para pahlawan bangsa, sehingga kaum perempuan dapat bercermin sejauh mana sebagai wanita Indonesia mampu meneruskan roh perjuangan para founding mothers.
Ketum KOWANI menggarisbawahi, “Ini launcing buku pertama Kowani tentang perjuangan perempuan Indonesia, sebelum diedaran ke publik dibedah terlebih dahulu bukunya. Buku ini cita-cita dan perwujudan cinta sejarah kepada para pahlawan dan founding mothers sekaligus harapan-harapan apa yang hendak dituju oleh KOWANI.”
Meski peluncuran buku merupakan yang kesekian kali, namun acara “Soft Launching” ini dalam sepanjang sejarah KOWANI baru pertamakali melakukan bedah buku, merupakan terobosan sehingga KOWANI berkenan menerima masukan kritik serta saran sebagai wujud dukungan demi kemajuan perempuan di Tanah Air.
Profesor Masyitoh selaku moderator bedah buku menampilkan testimoni sejumlah pakar diantaranya, DR.Charletty, Dra. Hj. Irna Hadisoewito. DR. Ir. Djonie Galuran dan Andriana, menandakan KOWANI sebagai organisasi membuka diri untuk kemajuan perempuan Indonesia.
Buku setebal 500 halaman terdiri dari 11 bab diantaranya KOWANI Di Mata Para Tokoh dan Catatan Hati Kowani.
“In sha Allah buku ini dapat dijadikan sebagai salah satu referensi tentang KOWANI dan perempuan Indonesia sekaligus menjadi bukti sejarah. bisa dibaca dipelajari dan dikaji,” ujar bu Giwo, panggilan akrab Ketua Umum KOWANI.
Dan rupanya dalam agenda acara soft launching buku tersebut sekaligus KOWANI juga mengumandangkan sebagai organisasi yang mewadahi gerakan perempuan menulis.
Salah satu buku karyanya ini sebagai warisan, sebagai tambahan khazanah perpustakaan bagi rumah perjuangan sekaligus bakti KOWANI dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa dan generasi muda Indonesia khususnya kaum wanita.(Hrb)