INDUSTRY.co.id - Jakarta - Jasa helikopter akan segera hadir untuk mempermudah akses pariwisata Pulau Bintan, Kepulauan Riau melalui kerja sama strategis PT Whitesky Aviation sebagai penyedia jasa helikopter dan pengembang bandara swasta PT Bintan Aviation Investments.
Direktur Utama Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja dalam konferensi pers penandatanganan kerja sama strategis dengan PT Bintan Aviation Investments di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (7/8/2017) mengatakan kerja sama tersebut merupakan pengembangan wilayah kerja Jakarta dan Bandung.
"Maka, kami mengembangkan untuk wilayah Bintan dan sekitarnya, termasuk Singapura dan Johor," katanya.
Keduanya sepakat menandatangani nota kesepahaman (MoU) kemitraan strategis dan saling menguntungkan dalam menyediakan jasa angkutan helikopter, khususnya untuk kepentingan transportasi antardestinasi pariwisata yang ada di Kepulauan Riau, maupun atraksi tour dengan helikopter (Heli Adventure Tour).
Dia berharap dengan pengoperasian helikopter pada April 2018 itu akan menambah alternatif transportasi dan meningkatkan jumlah wisatawan dan domestik.
"Selain pariwisata, kami juga berencana mengoperasikan penerbangan helikopter dari dan ke helikopter base (markas) di Bintan. Juga membangun FBO (fixed base operator) dan MRO (maintenance repair overhaul) helikopter di Bintan Aerospace Industry Park serta sekolah penerbangan helikopter," katanya.
Dia menuturkan, pihaknya, dalam mengoperasikan helikopter akan memanfaatkan fasilitas di lokasi wilayah kerja Bintan Resort, Bandara Bintan, Aerospace Industry Park, dan Southlinks Country Club Batam.
Adapun produk jasa penerbangan helikopter yang ditawarkan Whitesky meliputi Helitour, Helicity dan Helimedic.
Saat ini Whitesky secara progresif terus mengembangkan bisnis ritel Helicity yang melayani penerbangan dari dalam dan antar-wilayah di Jakarta hingga Bandung, Sukabumi sekitarnya serta area Banten.
Sementara itu, Bintan Aviation Investments merupakan perusahaan yang mengembangkan pembangunan Bandara Bintan dan Aerospace Industry Park.
Nantinya bandara Bintan bersama sama dengan bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang melayani penerbangan umum internasional maupun domestik.
Didalam Aerospace Indsutri Park akan dikembangkan fasilitas MRO hingga pusat logistik.
Bintan Aviation Investments menyambut baik kerjasama dengan Whitesky.
Tiap-tiap pihak dengan kelebihannya akan memanfaatkan potensi yang ada di Pulau Bintan.
Managing Director Bintan Aviation Investments Michael Wudy mengaku optimistis kerja sama tersebut akan meningkatkan keunggulan destinasi Wisata Bintan.
"Khususnya di Bintan Resort yang saat ini tengah mengadakan peningkatan kapasitas kamar hotel dari 1.700 kamar menjadi 7.000 kamar pada tahun 2020," katanya.
Dengan demikian, menurut Michael diperkirakan bahwa akan lebih banyak wisatawan mancanegara berkunjung ke destinasi pariwisata di Bintan.
Dia menambahkan destinasi pariwisata di pulau pulau kecil di Kepulauan Riau akan lebih mudah dijangkau dari Pulau Bintan.
"Selain berpengalaman dibidangnya, kami punya visi yang sama dengan Whitesky. Harapannya dengan kerjasama ini dapat menciptakan sinergi yang sangat baik untuk mengembangkan Pulau Bintan," kata Michael.
Kerja sama kedua perusahaan ini dikatakan sejalan dengan program pemerintah yang menjadi prioritas Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perhubungan yang menerapkan strategi 3A yakni Airlines, Airport, Air Navigation dan Authorities (maskapai, bandara, navigasi udara dan otoritas) sebagai perencanaan membangun konektivitas udara.
Hal itu untuk mendukung program pemerintah mendatangkan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Pmerintah melalui Kementerian Pariwisata menargetkan 20 juta wisatawan mancanegara hingga 2019.
Dari target itu, untuk Pulau Bintan dan Batam diharapkan mampu menarik empat juta wisatawan asing atau sekitar 20 persen dari target nasional.