INDUSTRY.co.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius mengatakan pihaknya mewaspadai perbatasan terkait ancaman terorisme sehubungan dengan informasi bahwa kelompok radikal ISIS sedang membangun markas di Filipina.

"Informasi yang berkembang di sana Filipina Selatan, akan jadi tempat itu (markas ISIS). Kita juga akan waspadai perbatasan, diperkuat," kata Kepala BNPT Suhardi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jakarta, Selasa.

Kepada Antara, Suhardi mengatakan pihaknya akan mewaspadai rembesan senjata, rembesan ideologi dan pengaruh buruk lain terkait pembangunan markas ISIS di Filipina itu.

Dia mengatakan pihaknya terus berupaya menanamkan kesadaran pada masyarakat untuk menangkal paham radikalisme.

"Ada semacam video menyadarkanlah karena rentan sekali kita dengan kondisi seperti ini," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan kelompok teroris ISIS berencana membangun markas di Filipina Selatan sehingga harus diwaspadai Indonesia.

"Saya baru dari Filipina kemarin, saya sudah bilang dari enam bulan lalu itu, (teroris) akan membesar. Itu harus diwaspadai," kata Ryamizard di Jakarta, Jumat (9/12).

Dia mengatakan rencana pembangunan markas ISIS di Filipina Selatan harus diantisipasi karena kegiatan ISIS dapat berdampak bagi ketertiban kawasan dan keamanan nasional Indonesia.

Potensi ancaman yang dapat mengancam persatuan, kesatuan dan keutuhan bangsa Indonesia tidak hanya dapat berasal dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri.

Untuk itu, menurut dia, rakyat Indonesia harus bersama-sama memerangi setiap ancaman terhadap bangsa seperti terorisme yang harus diperangi baik oleh negara maupun dengan kerja sama antarnegara.(Hrb)