INDUSTRY.co.id - Jakarta, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh di rentang 5,0% hingga 5,2% di tahun 2017. Tidak jauh berbeda dengan asumsi pemerintah yang memproyesikan tumbuh di level 5,1%.

Perkembangan ekonomi global yang akan berpengaruh terhadap ekonomi nasional 2017, mulai dari pulihnya harga komoditas global, pemulihan ekonomi US dan kawasan eropa, belum solidnya pertumbuhan negara berkembang, rendah nya harga minyak dunia, perkembangan kebijakan ekonomi US pasca terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS, serta proyeksi the fed terhadap outlook kenaikan suku bunga acuan US sebanyak tiga kali sepanjang 2017 mendatang.

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah dengan mencermati perkembangan ekonomi Tiongkok yang pertumbuhannya diproyeksikan akan lebih rendah di bandingkan tahun 2016. Perkembangan ekonomi Tiongkok terhadap Indonesia akan memiliki pengaruh yang lebih besar di bandingkan pengaruh ekonomi US terhadap ekonomi domestik. Tiongkok merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, dimana perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok akan berimbas terhadap neraca perdagangan Indonesia, serta indikator terhadap makro ekonomi lainnya.

Dinamika dalam negeri pun sangat berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi 2017, mulai dari kelanjutan komitmen pemerintah di sektor produktif melalui belanja infrastruktur serta target pencapaian komitmen dan realisasi investasi yang lebih baik, kebijakan Tax Amnesty diharapkan memberi baseline data perpajakan yang lebih baik dan transparan, penyempurnaan upaya memperbaiki iklim investasi melalui tambahan paket deregulasi, dan kestabilan politik.

APINDO sepenuhnya mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui pendidikan vokasi dan pemagangan. Diperlukan sinergi kuat antara dunia usaha, pemerintah dan dunia pendidikan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Kurikulum pendidikan vokasi dan kualitas pengajar harus di sesuaikan dengan kebutuhan industri yang di dukung dengan sarana prasarana pelatihan yang memadai dengan optimalisasi pemanfaatan bersama fasilitas swasta dan pemerintah.