INDUSTRY.co.id - Jakarta-Dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) diusulkan masuk ke kantong perbankan syariah. Usulan tersebut diperkirakan akan mendorong pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah kian agresif. Dana APBN mencapai Rp2000 triliun pada tahun 2017. Ini telah diusulkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Merespon usulan tersebut, Senior Executive Vice President (SEVP) BSM Niken Andonowarih mengatakan dana APBN tersebut pasti akan disalurkan perbankan syariah. Dana itu tidak akan mengendap dan akan dikelola.
"Kita lihat APBN dan APBD pasti akan disalurkan dari pemerintah pusat ke daerah untuk sarana jalan. Bukan manteng di bank. Itu transaksi normal," kata dia di Jakarta, Rabu (2/8/2017).
MUI memang telah mengusulkan APBN ke perbankan syariah. Setidaknya 10% dari Rp2000 triliun, akan mampu menjaga likuiditas perbankan syariah. Tentunya juga ini dapat memperkuat Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio permodalan bank.Per Juli 2016, CAR bank syariah sebesar 15,04%, lebih tinggi dari Juli 2015 sebesar 14,47%.
Untuk BSM, lanjut Niken siap menerima kucuran dana APBN yang akan menguatkan permodalan BSM. Namun dia belum bisa memastikan arah lending uang tersebut. Sebab dana ini cukup besar dan BSM ekstra hati-hati dalam penyalurannya.
"Harus lihat kemampuan menerima kucuran APBN, kita juga harus kuasai bisnis,prusidential banking dijaga. Mau masuk ke mana lihat kiri kanan, yang lagi butuh besar mana," katanya.