Kinerja Keuangan dan Produksi Kuat, PGE Berkomitmen Garap Sumber Daya Raksasa Panas Bumi

Oleh : Hariyanto | Senin, 13 Mei 2024 - 10:15 WIB

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE)
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Sebagai perusahaan energi hijau kelas dunia, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) terus melakukan ekspansi bisnis dengan berbagai strategi. Didukung oleh kinerja keuangan yang positif di kuartal I 2024, dengan pendapatan, laba, dan produksi listrik yang melampaui target, PGE berkomitmen untuk mengembangkan sumber daya panas bumi sebagai tulang punggung transisi energi nasional.

PGE pada kuartal pertama 2024 mencatatkan pendapatan USD103,32 juta dan laba bersih USD47,49 juta. Realisasi pendapatan lebih tinggi 4,1% dari target pendapatan year to date yang dipatok dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 2024. Pada triwulan pertama 2024 ini, PGE juga mampu menjaga margin laba bersih di tingkat yang masih sangat tinggi yaitu 46%, mempertahankan tren profitabilitas yang tinggi selama ini.

Direktur Utama PGE Julfi Hadi menyatakan, kinerja yang kuat di kuartal I 2024 memantapkan fondasi PGE untuk terus menggarap energi panas bumi di Indonesia yang memiliki sumber daya sangat besar. Julfi Hadi menyebut bahwa 14 lapangan panas bumi (13 wilayah kerja panas bumi dan 1 wilayah kerja penugasan) yang dikelola PGE di Indonesia diperkirakan memiliki sumber daya (reserve)  hingga 3 GW yang sebagian besar berlokasi di Jawa dan Sumatera sebagai pusat aktivitas utama ekonomi Indonesia.

“Kita punya sumber daya panas bumi sampai 3 GW yang bisa saya katakan sebagai sumber daya terbaik,” kata Julfi Hadi kepada media dalam acara Media Briefing Kinerja Keuangan Q1 2024 bertajuk ‘Kinerja Kuat yang Didukung oleh Optimalisasi Operasi’ di Jakarta, Rabu (8/5/2024).

“Dengan sumber daya yang begitu besar, hanya panas bumi yang bisa menggantikan bahan bakar fosil. Transisi energi menuju energi terbarukan sulit dijalankan tanpa geotermal sebagai satu-satunya energi terbarukan yang menjadi pembangkit base-load,” lanjut Julfi Hadi.

Direktur Keuangan Yurizki Rio menegaskan performa keuangan PGE di kuartal I 2024 cukup stabil dalam merealisasikan visi perusahaan sebagai perusahaan dengan kapasitas pembangkitan 1 GW dalam dua tahun ke depan. PGE juga mempertahankan posisi cash flow yang kuat untuk mendukung ekspansi organik dan inorganik di masa depan.

“Alhamdulillah, sepanjang Q1 2024 kita mampu mempertahankan kinerja yang solid dan stabil, cukup sejalan dengan misi untuk membawa PGE menuju 1 GW company di 2026,” kata Yurizki Rio.

Penyerapan belanja modal secara menyeluruh di kuartal I 2024 mencapai hingga 25%, selaras dengan target yang ditetapkan oleh PGE. Dari aspek pengembangan dan pemeliharaan, belanja modal PGE di kuartal I 2024 meningkat 136,03% dibandingkan periode yang sama di tahun 2023, yaitu sebesar USD18,08 juta.

Dalam memaparkan ekspansi pertumbuhan PGE, Direktur Operasi PGE Ahmad Yani menggarisbawahi posisi Indonesia sebagai produsen energi geotermal kedua terbesar di dunia. Ahmad Yani memaparkan bahwa kapasitas produksi PGE di lima wilayah kerja kunci, yaitu Kamojang, Lahendong, Ulubelu, Lumut Balai, dan Karaha, menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

Secara garis besar, kinerja produksi pada kuartal I 2024 mencapai 1.208 GWh, mengalami peningkatan sebesar 2,6% year-on-year dari periode yang sama pada 2023. Ke depannya, PGE juga mendorong pertumbuhan produksi melalui de-bottlenecking utilisasi fasilitas Ulubelu, peningkatan kapasitas area Lahendong dan Ulubelu, serta proyek perawatan besar-besaran menuju kuartal II 2024.

PGE secara konsisten juga terus melakukan ekspansi untuk menambah kapasitas pembangkitan sebesar 340 MW untuk dua tahun ke depan. Untuk mencapai target itu, PGE terus mengembangkan berbagai proyek panas bumi seperti ekstensi Hululais, Seulawah, Way Ratai, dan Kotamobagu. “Kami membidik penambahan kapasitas sebesar 55 MW di akhir tahun, yang akan didukung dengan pembangkit Lumut Balai Unit 2,” kata Ahmad Yani.

Ahmad Yani menambahkan, bisnis geotermal juga memiliki potensi pendapatan tambahan dari non-kelistrikan yang cukup signifikan. Untuk itu, PGE tahun ini akan memaksimalkan sumber pendapatan baru (new revenue stream)  melalui tiga bisnis turunan, yaitu PGE Solution, Flow2Max, dan PGE Labs yang menyediakan solusi teknologi sebagai upaya penyiapan ekosistem industri panas bumi nasional.

Julfi Hadi menjelaskan bahwa bisnis PGE juga terus tumbuh melalui berbagai strategi, yaitu: 1) eksplorasi sumber pendapatan baru dari strategi organik dan inorganik, dengan mengupayakan meraih Power Purchase Agreement pada 11 unit proyek dan melakukan studi untuk ekspansi proyek panas bumi ke Turkiye dan Kenya, 2) pengembangan teknologi eksplorasi, yang dibuktikan dengan penandatanganan Joint Development Study Agreement (JDSA) dengan PLN Indonesia Power (PLN IP) di awal tahun 2024 untuk mengembangkan co-generation technology dan pembangkit listrik berkapasitas hingga 230 MW, dan 3) mengembangkan bisnis di luar ketenagalistrikan seperti produksi green hydrogen dan amonia. Strategi-strategi tersebut diyakini akan membuat PGE menjadi pengembang panas bumi terdepan di tingkat dunia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Umana Bali Resort

Senin, 20 Mei 2024 - 16:29 WIB

Umana Bali, Resort di Ungasan yang Masuk Daftar Hotel Baru Terbaik Travel + Leisure

Sebuah resor yang terletak di lokasi paling selatan Bali, Umana Bali, LXR Hotels & Resorts berhasil masuk ke dua kategori yang disusun Travel + Leisure. Pertama, Umana Bali menjadi salah satu…

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK)

Senin, 20 Mei 2024 - 16:08 WIB

Kapal PTK Resmi Beroperasi di Perairan Internasional

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) agresif melakukan ekspansi bisnis di pasar global. Ekspansi bisnis global ditandai dengan dimulainya operasional Transko Moloko di perairan Malaysia.

UOB Lady’s Card

Senin, 20 Mei 2024 - 15:42 WIB

UOB Indonesia Meluncurkan Desain dan Tagline Terbaru Lady’s Card

UOB Indonesia mengumumkan pembaruan UOB Lady’s Card yang merupakan kartu kredit pertama di Asia Tenggara dengan fokus pada kaum perempuan. UOB Lady’s Card dirancang untuk menawarkan keuntungan,…

SPKLU

Senin, 20 Mei 2024 - 14:33 WIB

Tren Mobil Listrik dan Renewable Energy Daya Pikat Investasi Kawasan Industri Kendal

Pemerintah Indonesia saat ini tengah giat mendorong pemanfaatan energi baru dan terbarukan (renewable energy) guna menurunkan emisi gas rumah kaca. Berbagai upaya dilakukan pemerintah, seperti…

PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP)

Senin, 20 Mei 2024 - 14:31 WIB

Mengusung Produk Baja Ramah Lingkungan, GRP Siap Bersaing di Pasar Baja Dunia

PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) terus menggenjot penjualan baja ke pasar ekspor. Perseroan optimistis prospek dan permintaan ekspor baja pada tahun 2024 masih ada ruang untuk terus bertumbuh.…