INDUSTRY.co.id - Jakarta —  Emiten properti, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) hingga semester I-2017 membukukan pendapatan senilai Rp842 miliar dengan laba bersih mencapai Rp262 miliar.

Advertisement

Presiden Direktur LPCK, Toto Bartholomeus dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/7/2017) mengatakan pendapatan dari hunian dan apartemen sebesar Rp635 miliar atau menyumbang 75% dari total pendapatan.

Pendapatan recurring perseroan naik 7% menjadi Rp137 miliar di 2017 dari Rp128 miliar pada 2016, memberikan kontribusi 16% dari total pendapatan LPCK di kuartal 2.

Advertisement

"Ketika menghadapi tantangan terhadap penurunan makro ekonomi Indonesia, yang telah menyebabkan pelemahan daya beli konsumen ditambah dengan adanya peningkatan persaingan pasar properti terutama di sektor pencakar langit, kami tetap bekerja keras menyiapkan pengembangan kawasan," katanya.

Dijelaskan, saat ini LPCK telah memulai pembangunan kota baru berskala Internasional yang diberi nama Meikarta dengan total nilai proyek melebihi Rp278 triliun, dengan Orange County sebagai CBD.

Advertisement

Lokasi kota raksasa Meikarta berada di jantung ekonomi RI di Koridor Timur Jakarta-Bandung, dimana 60% ekonomi nasional RI berada di kawasan Jabotabek-Bandung. 70% nya berada di pusat Bekasi-Cikarang dengan penduduk yang akan mencapai 15 juta dalam waktu 20 tahun ke depan.

Kota raksasa modern Meikarta tersebut berada ditengah-tengan koridor ini dan dikelilingi beberapa kota baru seperti Lippo Cikarang, Jababeka, MM2100 dan sebagainya.

Advertisement

"Meikarta akan tampil sebagai menjadi kota modern terlengkap dan terindah, serta terlengkap infrastrukturnya di Asia Tenggara," ujar Toto.

Lippo Cikarang adalah pengembang kawasan perkotaan yang mandiri dengan berbagai fasilitas kota bertaraf International seluas sekitar 3.250 hektar dengan kawasan industri sebagai basis ekonomi.

Perseroan berhasil membangun lebih dari 14.000 hunian, dengan populasi kota 50.720 orang dan 484.300 orang yang bekerja setiap hari disekitar 993 perusahaan manufaktur yang tersebar di kawasan industri Lippo Cikarang.

Tercatat hingga akhir Juni 2017, total aset LPCK tumbuh dari Rp5,65 triliun menjadi Rp6,22 triliun.