INDUSTRY.co.id - Yogyakarta - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merayakan Hari Ulang Tahun ke-16 dengan penuh refleksi dan komitmen.
Perayaan yang berlangsung di kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra DIY, Jalan Tunjung No.1, Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta, menegaskan tekad partai untuk merespons aspirasi politik dan akademis serta memperkuat dukungan terhadap Prabowo-Gibran menuju kemenangan satu putaran.
Danang Wicaksana Sulistya, Ketua DPD Gerindra DIY, menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas pendidikan dari pengaruh politik praktis.
"Di tengah perayaan ini, kita harus ingat bahwa pendidikan adalah salah satu pilar utama pembentukan karakter bangsa yang kini bisa terbawa oleh arus politik praktis," ujarnya.
Menurut Ketua DPD Gerindra DIY, fenomena mengkhawatirkan telah muncul, dengan institusi pendidikan yang tanpa disadari terjebak dalam polarisasi dan narasi politik yang meresahkan.
"Institusi pendidikan harus menjadi tempat kebebasan berpikir, jangan sampai menjadi ajang pertarungan kepentingan politik. Kami di Gerindra mendukung sepenuhnya agar kampus-kampus kembali pada esensi mendidik, bukan mempolitisasi," kata Danang.
Serangkaian kegiatan HUT ke 16 Partai Gerindra yang merakyat di masyarakat disiapkan untuk penyelenggaran di setiap kabupaten dan kota di DIY, termasuk senam gemoy dan doa bersama, disiapkan sebagai simbol solidaritas dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
"Kegiatan-kegiatan spiritual ini mendukung penuh Prabowo-Gibran untuk memenangkan pemilu satu putaran dan mewujudkan Partai Gerindra menang di Pemilu 2024 ini," M. Lisman Pujakusuma, Koordinator Provinsi DPP Gerindra DIY, menegaskan.
Menanggapi 'Petisi Komunitas Akademik', DPD Gerindra DIY memberikan apresiasi atas dinamika demokrasi yang tergambar.
"Petisi ini menunjukkan bahwa ruang untuk beragam aspirasi dan pandangan harus dihormati. Kami mengajak semua pihak untuk menjaga integritas akademik dan netralitas di lingkungan pendidikan," kata Danang.
Danang juga Menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat secara bijaksana, aktif dan kritis dalam dinamika politik.
"Kami mendukung dialog konstruktif di kampus, terbebas dari polarisasi dan perang narasi politik," tegas Danang.
Dalam rangka mendekati pemilihan presiden, seruan untuk berdiri bersama demi pendidikan yang bersih dari manipulasi politik menjadi lebih nyaring. "Marilah kita bersatu dalam tekad menjaga integritas pendidikan. Kita jaga Yogyakarta, jaga pendidikan kita, untuk Indonesia yang lebih cerdas dan demokratis," ajak Danang.