INDUSTRY.co.id , Jakarta - Ditengah hambatan yang berdatangan dari berbagai negara, termasuk Uni Eropa, Indonesia terus melakukan diversifikasi pasar ekspor produk minyak sawit.
"Sebagai produsen terbesar minyak sawit (CPO), Indonesia banyak mendapatkan hambatan perdagangan dari berbagai negara. Oleh karena itu, pemerintah secara agresif melakukan diversifikasi pasar ekspor komoditas sawit," kata Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kasan Muhri di Jakarta, Jumat (28/7/2017).
Menurut Kasan, Indonesia harus terus mempersiapkan diri untuk membuka pasar-pasar baru ekspor CPO. Hal itu disiapkan untuk menghadapi adanya hambatan perdagangan dari negara-negara tujuan utama.
"Saat ini produk turunan minyak sawit telah mencapai ratusan jenis. Pertumbuhan ekspor komoditas itu khususnya di Eropa mengalami peningkatan yang signifikan," ujarnya.
Ekspor CPO dan turunannya ke Eropa, pada 2016, volumenya naik 37%, nilainya naik 71%.
"Untuk mengantisipasi hambatan perdagangan dari Eropa, Indonesia tengah melakukan penetrasi pasar dengan mempercepat perjanjian bilateral dengan pasar non tradisional. Langkah itu ditempuh untuk mengurangi hambatan seperti tarif dan bea masuk yang masih tinggi di beberapa negara tujuan baru," ujar Kasan.