INDUSTRY.co.id -  Jakarta-Memasuki tahun 2024, tentunya berbagai sektor bisnis akan menghadapi berbagai tantangan yang dapat berdampak pada jalannya operasional bisnis, seperti memanasnya kondisi geopolitik global akibat perang Rusia-Ukraina & Israel-Palestina, melambatnya ekonomi Tiongkok, dan kenaikan suku bunga dari The Fed yang berimbas pada pelemahan mata uang. Selain itu tantangan dari dalam negeri, adanya aksi wait & see dari calon investor yang disebabkan oleh momentum politikal nasional.  Faktor-faktor ini yang kemudian dapat berdampak pada rantai pasokan bisnis dan kinerja fiskal perusahaan, tak terkecuali sektor industri kesehatan.

Advertisement

Industri kesehatan dipandang sebagai sektor bisnis yang memiliki potensi pasar besar. Adaptasi teknologi, transformasi digital dan pelayanan dari berbagai aspek, pemenuhan kebutuhan kesehatan yang semakin kompleks, menjadi komoditas yang diperhitungkan dalam mendorong dan menunjang kemajuan kesehatan Indonesia. Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono, mengatakan potensi industri kesehatan di Indonesia sangat menjanjikan dengan pertumbuhan industri alat kesehatan sebesar 80% dan industri farmasi di produk vaksin yang mencapai 300%. Selain itu, populasi Indonesia yang mencapai lebih dari 270 juta orang, menjadi faktor potensial berkembangnya industri kesehatan di Indonesia.  Oleh karena itu, banyak investor yang mulai melirik dan mempertimbangkan untuk berinvestasi di industri kesehatan, terlebih di bidang healthcare. Demikian keterangan dari Dessy, tim Redaksi.

Tantangan Layanan Kesehatan Diagnostik. Tantangan sektoral yang dihadapi industri layanan kesehatan diagnostik tak terelakkan, diantaranya sebagai berikut:

Advertisement

a)            Munculnya pemain baru di bisnis laboratorium kesehatan, rumah sakit, klinik (Pasca Pandemi Covid-19)

b)            Meningkatnya anggaran BPJS Kesehatan dan kualitas layanan faskes BPJS mampu mengubah perilaku pelanggan yang semula OOP (out of pocket) expense ke arah kecenderungan menggunakan fasilitas BPJS yang semakin baik.

Advertisement

c)            Adanya perhatian terhadap Kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di industri kesehatan yang akan mempengaruhi daya saing saat tender layanan medical check-up ke Pemerintah/BUMN.

d)            Semakin berkembangnya integrasi teknologi dan kolaborasi layanan kesehatan guna membangun satu kesatuan ekosistem layanan kesehatan yang semakin komprehensif, sehingga layanan kesehatan saat ini didorong untuk memaksimalkan kualitas dan kapabilitasnya dalam menjaga privasi keamanan data yang dikelola.

Advertisement

e)            Di sisi lain, situasi geopolitik, ekonomi global, inflasi, kenaikan suku bunga, serta perubahan iklim, juga turut menjadi tantangan yang berpotensi berdampak terhadap rantai pasok dan kinerja bisnis Perseroan.

Peluang Layanan Kesehatan Diagnostik. Meskipun terdapat tantangan yang mungkin dihadapi, Prodia melihat terdapat peluang perkembangan layanan kesehatan diagnostik di Indonesia, diantaranya:

a)            Kenaikan anggaran kesehatan pemerintah sebesar 8.1% untuk menunjang transformasi kesehatan yang dimulai tahun 2024 ini, tak terkecuali industri layanan diagnostik kesehatan.

b)            Pergeseran industri layanan ke arah Personalisasi, Preventif, &Promotif;

c)            Pengembangan ekosistem digital kesehatan yang terintegrasi dengan mengadaptasi teknologi kesehatan yang lebih canggih dan mengoptimalkan digitalisasi layanan terhadap pelanggan melalui telemedicine 2.0.

d)            Prodia juga melihat adanya peluang peningkatan pemahaman tes genetik dan tes esoteric dimana Prodia menjadi pemimpin dalam penyediaan tes-tes tersebut, serta

e)            Peningkatan prevalensi NCD (Non-Communicable Disease) dan Lifestyle Disease yang disebabkan urbanisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat serta meningkatnya aging population (populasi usia lanjut).

Strategi Prodia. Dalam menghadapi tantangan dan peluang di tahun 2024, Prodia telah menyiapkan beberapa strategis bisnis untuk mempertahankan kinerja positif yang telah dicapai di tahun 2023. Prodia akan memprioritaskan implementasi praktik bisnis yang mengedepankan nilai-nilai keberlanjutan, khususnya dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Indonesia melalui inovasi yang ditawarkan Prodia. Sejumlah strategi yang akan diimplementasikan Prodia dalam menjawab tantangan dan peluang industri di tahun 2024 antara lain: 1) Mengoptimalkan engagement pelanggan dari segmen walk-in customers dan rujukan dokter; 2) Menghadirkan layanan kesehatan yang efisien dan fleksibel bagi pelanggan Prodia; 3) Menambah dan mengoptimalkan layanan Point-Of-Care Prodia; 4) Membantu efisiensi pelayanan kesehatan Prodia melalui transaksi digital; 5) Optimalisasi Referral Lab Services (RLS); 6) Bersinergi dengan program pemerintah; 7) Meningkatkan volume tes esoterik; 8) Berkontribusi terhadap promosi kesehatan melalui edukasi pelanggan; 9) Meningkatkan value for customers; dan 10) Mengoptimalisasi layanan klinik Prodia.

Komitmen Keberlanjutan Prodia. Selain strategi di atas, Prodia juga memiliki komitmen berkelanjutan guna mendukung SDGs. Prodia menuangkan komitmen keberlanjutannya dalam sebuah Sustainability BluePrint yang memiliki 4 Pilar sebagai berikut (Pro-D-I-A):

a)            Promoting Healthcare Services for All

Prodia berupaya memberikan yang terbaik dan terpercaya pada pelanggan melalui layanan yang berorientasi pada mutu serta sejalan dengan semangat perkembangan ilmu pengetahuan. Melalui pilar ini, Prodia memastikan adanya layanan prima yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan bersama.

b)            Developing Good Corporate Governance

Membangun tata kelola yang berintegritas dan berkelanjutan dengan mengedepankan kepatuhan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Melalui pilar ini, Prodia menerapkan prinsip tata kelola dan standar etika bisnis bagi karyawan.

 

c)            Involving People

Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan karyawan serta masyarakat melalui program-program pengembangan dan edukasi karyawan, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Melalui pilar ini, Prodia memastikan lingkungan kerja yang sehat, nyaman, inklusif, adil, dan melibatkan pemangku kepentingan untuk memastikan keberlanjutan.

d)            Actualizing Sustainable Environment.

Meningkatkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab sesuai dengan standar dan regulasi yang relevan dengan proses bisnis kesehatan. Melalui pilar ini, Prodia berupaya meminimalkan dampak negatif lingkungan.