INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (TPS Food) optimistis kinerja keuangan tahun 2017 masih akan mencatatkan pertumbuhan meski dibayangi sentimen negatif terkait inspeksi gudang beras milik anak usaha perseroan oleh satuan tugas (satgas) pangan.
Direktur Keuangan Tiga Pilar Sejahtera, Sjambiri Lioe di Jakarta, Selasa (25/7/2017) mengatakan bahwa pada semester pertama tahun ini perseroan memproyeksikan pendapatan sebesar Rp3,374 triliun. Kontribusi dari hasil penjualan beras masih mendominasi, yakni sebesar Rp2,1 triliun sedangkan penjualan makanan mencapai sebesar Rp1,2 triliun.
"Jika disetahunkan maka memperoleh pendapatan sebesar Rp6,748 triliun," paparnya.
Pada semester kedua tahun ini, lanjut dia, perseroan mengestimasikan akan ada kontrak biskuit yang akan memberikan kontribusi ke pendapatan perseroan sebesar Rp400 miliar. Selain itu, juga akan akan ada kontribusi dari pertumbuhan penjualan yang berasal dari Mi Kering, Bihun dan makanan ringan sebesar Rp100 miliar. Dengan demikian, pendapatan Tiga Pilar Sejahtera Tbk diproyeksikan dapat mencapai Rp7,2 triliun untuk tahun buku 2017 ini.
Sementara itu tercatat, dalam laporan keuangan PT Tiga Pilar Sejahtera tahun buku 2016, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp6,5 triliun, dengan laba bersih mencapai sebesar Rp593,475 miliar.
Terkait dengan inspeksi Satgas Pangan, Sjambiri Lioe mengatakan bahwa secara teknis tidak ada penyegelan fasilitas produksi beras perseroan. Pihak kepolisian memberi "police line" terhadap sebanyak 1.161 ton stok beras perseroan bermerk Maknyuss dan Ayam Jago, yang merupakan stok penjualan satu pekan ke depan.
Ia menilai kejadian itu tidak akan berdampak terhadap adanya potensi pencabutan izin usaha yang dimiliki perseroan dan tidak berdampak terhadap kelangsungan usaha peseroan. Namun, dapat berdampak pada kelangsungan usaha anak perusahaan.
Sementara itu, Direktur Indpenden TPS Food Jo Tjong Seng mengklarifikasi kabar tentang perseroan menggunakan beras sejantera (Rastra) sebagai bahan baku produk beras premiumnya. Hal itu dikarenakan proses subsidi beras yang diberikan pemerintah sudah selesai saat petani menjual berasnya kepada pihak lain.
"Kami membeli gabah yang beredar sesuai mekanisme pasar. Pelaku industri lain juga membeli gabah umum di pasar," katanya.
Sementara itu, pergerakan harga saham PT Tiga Pilar Sejahter Tbk dengan kode perdagangan AISA tercatat turun sebesar 5,58 persen menjadi Rp1.185 per lembar saham pada hari ini (Selasa, 25/7). (Ant)