INDUSTRY.co.id - Jakarta - Alkisah, nenek moyang Batak adalah seorang putri surga bernama Siboru Daek Parujar yang menikah dengan Raja Odapodap. Kisah asal mula orang Batak si putri tersebut adalah seorang pemintal benang atau penenun kain. Oleh karena itu asal mula pertenunan sebagai pekerjaan nenek moyang Batak.
Konon si boru Deak Parujar, adalah seorang putri Bataraguru terus bertenun siang dan malam selama bertahun-tahun. Hal ini ia lakukan untuk menghindari perkawinannya dengan si tuan ruma uhir, tuan ruma gorga, putra Mangalabulan.
Hasil dari pertenunannya itulah yang dinamakan ulos. Ulos adalah selembar kain tenunan khas Batak dengan pola dan ukuran tertentu di mana kedua ujungnya berjuntai panjang. Kain ini awalnya berfungsi untuk melindungi tubuh dan selalu dikerjakan oleh perempuan dengan menggunakan kapas.
Ulos adalah pakaian sehari-hari bagi laki-laki dan perempuan-perempuan Batak. Perempuan Batak menggunakannya untuk menutup tubuh dari bagian dada sampai batas kaki dan bagi laki-laki Batak menggunakan untuk bagian pinggang sampai batas kaki. Cara membuat ulos adalah ditenun, dalam bahasa Batak adalah ulos.
"Dalam show kali ini HAZE BE WEAR mengangkat kain Ulos, melihat sejarah dari ulos ini saya menyuguhkan busana busana yang terinspirasi dari perempuan-perempuan dalam sejarah batak yang dianggap turun dari khayangan seperti yang ada di legenda atau dongeng, disini kita bisa melihat busana-busana dengan bahan Ulos dengan detail yang tegas tetapi tetap memiliki unsur fairytale, oleh karna itu koleksi kali ini saya namakan ULOS TALE," kata Harry Hasibuan.