INDUSTRY.co.id - Jakarta - Gelaran Jakarta Fashion Week 2024 adalah kali ke dua Adrie Basuki menjadi bagian dari pagelaran JFW, setelah menjadi pemenang I - Lomba Perancang Mode di tahun JFW 2022.
Di tahun keduanya ini Adrie Basuki terinspirasi dari perubahan gaya hidup yang terjadi di masa sekarang ini, dimana dunia digital seringkali membuat kita lupa akan alam semesta dan semuanya terasa begitu cepat hingga kadang membuat kita lupa akan hal-hal sederhana yang menyenangkan di sekitar kita.
"Salah satu contoh kecilnya adalah bagaimana generasi terdahulu terbiasa bermain di luar rumah, dekat dengan alam dan memiliki interaksi yang lebih maksimal dengan sesamanya," kata Desainer Adrie Basuki di Jakarta, Selasa (24/10/2023).
Mengangkat Tema “Garden of Joy”, mengajak kita semua bernostalgia bermain di taman dan merasakan Bahagia yang sederhana tetapi penuh makna.
Eksplorasi Batik Cap aneka warna yang digabungkan dengan kain signature yang mengadopsi kain-kain yang tidak terpakai “Perca Marmer” dalam siluet yang nyaman, ringan dan tetap mengedepankan citra perempuan Indonesia yang bangga dengan budaya tanah kelahirannya.
Koleksi ini pun dilengkapi dengan pengolahan kerajinan tangan pom-pom sebagai aplikasi yang memberikan perasaan ceria dan menyenangkan. Koleksi Garden of Joy ini juga menghadirkan koleksi tas dari Perca Marmer dan sandal kolaborasi dengan MKS Shoes.
"Semoga bisa menjadi pilihan perempuan Indonesia untuk tetap bisa melestarikan kain kain Indonesia hasil para pengrajin dan juga kepedulian pada lingkungan," ujar Adrie.
Adrie Basuki juga didukung para sahabat Adrie Basuki yang berkenan menjadi Muse: Ayla Dimitri, Laras Sardi, Allysa Abidin, Gemi Nastiti dan Wavi Zihan.
"Semoga koleksi ini bisa menjadi pilihan perempuan Indonesia untuk tetap bisa melestarikan kain kain Indonesia hasil para pengrajin dan juga kepedulian pada lingkungan," kata Adrie Basuki.
Selain itu Adrie Basuki selalu berusaha konsisten dalam pembuatan kain olahan hasil adopsi kain yang tidak terpakai menjadi sebuah kain buatan tangan baru yang suatu hari bisa menjadi juga ciri khas kain Indonesia, dan tentunya juga terus memberikan kontribusi positif dalam Gerakan menjaga lingkungan dan pemberdayaan perempuan Indonesia.