Pemda Tasikmalaya Diminta Perhatikan Nasib Buruh Akibat Pertikaian Internal TPG

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 17 Oktober 2023 - 11:16 WIB

Para buruh PT Teodore Pan Garmindo (TPG) berkumpul di depan kantor Pemda Kabupaten Tasikmalaya untuk mengadukan nasib mereka karena belum mendapat upah selama 1 bulan dan kelangsungan pekerjaan terganggu akibat konflik antara pemegang saham. (Foto: Humas TPG)
Para buruh PT Teodore Pan Garmindo (TPG) berkumpul di depan kantor Pemda Kabupaten Tasikmalaya untuk mengadukan nasib mereka karena belum mendapat upah selama 1 bulan dan kelangsungan pekerjaan terganggu akibat konflik antara pemegang saham. (Foto: Humas TPG)

INDUSTRY.co.id - Tasikmalaya - Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya diminta untuk memerhatikan nasib ribuan karyawan perusahaan garmen, PT Teodore Pan Garmindo (TPG), karena belum mendapat upah selama 1 bulan dan kelangsungan pekerjaan terganggu akibat konflik antara pemegang saham.

 

Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Independen (SBSI)’92, Sunarti, menjelaskan, kehadiran dirinya beserta ribuan anggotanya di depan Kantor Bupati Tasikmalaya ini dengan membawa dua tuntutan.

 

“Pertama, kami meminta pemerintah daerah Tasimalaya turut hadir memperhatikan nasib buruh PT TPG, jangan membiarkan karena seharusnya buruh TPG gajian September pada tanggal 10 Oktober 2023, tapi saat ini belum. Kedua, meminta pemda menjamin kelangsungan kerja mereka pada bulan Oktober ini dan bulan-bulan berikutnya,” papar Sunarti kepada media, Senin(16/10/2023).

 

Sunarti mengemukakan, pertikaian antara pemegang saham PT TPG selayaknya diselesaikan lewat mekanisme internal. Jika tidak selesai secara internal, maka sebagai negara hukum, kasus tersebut bisa diselesaikan di meja hijau.

 

“Kalau pun ada masalah internal pemegang saham, itu bisa diselesaikan melalui pengadilan,” kata Sunarti.

 

Sunarti juga meminta manajemen TPG untuk tidak melibatkan pihak buruh dalam konflik internal tersebut, sebab buruh hanya berkewajiban melaksanakan pekerjaan sesuai standar operasional prosedur.

 

“Kepada manajemen kami juga meminta untuk tidak mengadu domba karyawan, sebab ada karyawan yang tidak boleh masuk kerja,”ungkap Sunarti.

 

Sunarti menegaskan, kedatangannya dengan membawa 1.400-an buruh di depan kantor Bupati Tasikmalaya ini bukan untuk memihak kepada salah satu pemegang saham yang tengah bertikai, tapi meminta kepada pemda untuk hadir menyelesaikan kewajiban perusahaan kepada buruh.

 

Sunarti mendengar, kondisi TPG mengalami gangguan operasional karena ada salah satu pihak telah menguasai pabrik dan gudang di TPG Tasikmalaya sehingga pakaian jadi pesanan pihak ketiga tidak bisa diserahkan kepada pemesan.

 

“Maka saya datang ke sini (red-Tasikmalaya) untuk memastikan kabar itu. Sebab kalau benar sangat memperihatinkan karena ada produk yang telah selesai dari pihak ketiga yang belum diserahkan. Seperti disandera,” kata Sunarti.

 

Sementara itu salah satu buruh TPG,  mengaku datang dengan rekan-rekannya dengan tuntutan pertama, meminta pihak pengusaha TPG agar dapat memenuhi kewajiban membayar upah. Kedua, memberikan perlindungan terhadap hak-hak buruh dan keberlangsungan kerja. Tuntutan ketiga, memanggil para pihak yang berselisih di TPG untuk dapat duduk bersama guna penyelesaian permasalahan agar tidak berdampak lebih luas.

 

Buruh TPG tersebut mengaku telah mendapat kabar bahwa Dirut TPG, Ludijanto Setijo, melalui kuasa hukumnya sudah menjelaskan, jika produk pesanan pihak ketiga terkirim maka sudah dipastikan karyawan akan menerima haknya.

 

Kekisruhan internal TPG berawal sejak Deden Mulyana, selaku  Direktur II perusahaan tersebut, dan wakil pemegang saham minoritas TPG, Julius Dirjayanto, merebut paksa Pabrik PT Teodore Pan Garmindo Tasikmalaya pada 12 September 2023 dan menutup akses ekspor maupun pengembalian barang produksi kepada perusahaan pemberi order.

 

Deden Mulyana enggan menyelesaikan persoalan di tingkat rapat direksi hingga rapat umum pemegang saham. Bahkan, selain melarang barang jadi keluar dari TPG Tasikmalaya, Deden juga langsung mem-PHK 4 orang karyawan TPG secara sepihak tanpa alasan yang jelas. Padahal 4 tahun sejak 2019 manajemen yang dijalankan di bawah Dirut TPG berjalan lancar baik order, operasional, maupun gaji karyawan.

 

Namun sejak 12 September 2023, tanpa sepengetahuan dan sepertujuan Dirut TPG,  Deden Mulyana dan Julius Dirjayanto melarang barang jadi hasil produksi TPG dikeluarkan dan merusak keharmonisan operasional yang berakibat pabrik TPG Tasikmalaya tidak gajian pada bulan September 2023. Kini, kelangsungan operasional TPG Tasikmalaya sudah terhenti sehingga ribuan pekerja sangat kuatir akan nasib mereka yang bisa di-PHK karena tidak adanya order lagi.***

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mitsubishi L100 EV

Rabu, 21 Februari 2024 - 16:15 WIB

Ini Dia Sejumlah Keuntungan Miliki Mitsubishi L100 EV

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) akhirnya mengumumkan dimulainya penjualan Mitsubishi L100 EV di Indonesia, termasuk harga yang ditawarkan.

Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) Hadir Kembali di 2024

Rabu, 21 Februari 2024 - 16:02 WIB

Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) Hadir Kembali di 2024 Dengan Semangat Kewirausahaan dan Ekonomi Untuk Bisnis Yang Berkelanjutan

Seiring dengan pulihnya ekonomi Global dan tumbuhnya ekonomi Nasional, Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) kembali hadir di tahun 2024 sebagai pameran dagang Internasional terdepan dan utama di…

Retribusi Pasar Naik Mendadak, Ketua DPRD Klungkung Panggil Dinas Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 15:56 WIB

Retribusi Pasar Naik Mendadak, Ketua DPRD Klungkung Panggil Dinas Terkait

Pedagang Pasar Tematik Semarapura mendatangi gedung DPRD Klungkung pada Senin lalu (19/02/2024). Para pedagang yang berjumlah 80 orang tersebut meminta peraturan kenaikan tarif retribusi dilakukan…

Mitsubishi XForce

Rabu, 21 Februari 2024 - 15:35 WIB

Beli Mitsubishi Xforce di IIMS 2024 Banjir Segudang Promo

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menghadirkan segudang promo-promo menarik di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran,…

Pegawai Jtrust Bank

Rabu, 21 Februari 2024 - 15:23 WIB

Tahun 2024, J Trust Bank Optimis Penyaluran Kredit dan Dana Pihak Ketiga Lanjut Positif

PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) mencatat pertumbuhan positif untuk kredit dan dana pihak ketiga (DPK) per Januari 2024.