INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menjadi fasilitas umum yang paling banyak dikunjungi di Indonesia, masjid menggunakan jumlah air bersih yang cukup tinggi. Contohnya Masjid Istiqlal yang rata-rata jumlah penggunaan airnya 13.958 liter/hari, sebagian besarnya dipergunakan untuk wudhu, yaitu 1,5-2 liter per sekali wudhu. 

Di balik fakta ini, Unilever Indonesia percaya bahwa masjid juga memiliki potensi yang sangat besar untuk memulai dan menyebarluaskan edukasi kebiasaan baik dalam menghemat dan memanfaatkan air bersih.

Salah satunya dengan resmi memulai program Water Stewardship di lingkungan masjid. Di program ini, selain memberikan dukungan berupa penerapan teknologi dan infrastruktur tata kelola air, Unilever Indonesia juga ingin mengedukasi lebih banyak masyarakat untuk memulai kebiasaan menggunakan air dengan lebih bijak. 

Berkolaborasi dengan Sekolah Lingkungan Universitas Indonesia (SIL UI), program ini akan segera diimplementasikan di empat masjid di wilayah Jakarta, Depok dan Bekasi sebagai pilot project. Yaitu Masjid Istiqlal, Masjid Arief Rahman Hakim – UI Salemba, Masjid Ukhuwah Islamiyah – UI Depok, dan Masjid Agung At-Tin.

Program itu digelar sejalan dengan salah satu pilar strategi global The Unilever Compass,yaitu membangun planet yang lebih lestari, Unilever ikut berkontribusi dalam mengatasi krisis air bersih yang dihadapi dunia, termasuk di Indonesia, melalui Program Water Stewardship. 

Kami telah menerapkan sejumlah strategi penatagunaan air dalam bentuk upaya efisiensi dan daur ulang air, yang diawali dari lingkungan terkecil yaitu di pabrik-pabrik kami," kata Nurdiana Darus, Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia.

"Untuk memberikan manfaat yang lebih luas, kami turut melakukan upaya konservasi dan peningkatan pasokan air bersih di level komunitas, seperti pesantren dan lingkungan masjid,” tambah Nurdiana. 

Rata-rata pemakaian air bersih di rumah tangga di perkotaan Indonesia adalah 169,11 liter/orang/hari. Saat 50 juta keluarga Indonesia mulai menghemat air, maka diperkirakan bisa membantu 15 juta keluarga yang tidak punya akses terhadap air bersih. 

"Untuk itu, harus dimulai perilaku memanfaatkan dan mengelola air yang lebih bijak; tidak hanya di ruang lingkup rumah tangga, namun juga saat menggunakan air di fasilitas umum seperti masjid, agar kita bisa menjaga keberlanjutan pasokan air bersih dan mengurangi ketergantungan pada air tanah,” kata Dr. Hayati Sari Hasibuan, S.T., M.T., Dosen Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia.

Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A, Imam Besar Masjid Istiqlal mendukung program Water Stewardship dari unilever Indonesia. Pasalnya, Islam menganjurkan umatnya untuk tidak berlebihan, termasuk dalam memanfaatkan air. 

"Contohnya dalam berwudhu, Rasulullah mengajarkan untuk berwudhu dengan sangat hemat, yaitu sebanyak 1 mud saja atau setara dengan cakupan dua telapak tangan dewasa dalam 1 kali wudhu. Tentunya ajaran ini semakin relevan dengan kondisi krisis air bersih seperti sekarang," kata Prof. Nasaruddin. 

“Insyaa Allah, dukungan ini akan mampu membantu keempat masjid dalam mengurangi biaya penggunaan air PDAM; menjamin ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari; serta menginspirasi seluruh lapisan masyarakat agar mulai menerapkan perilaku bijak dalam memanfaatkan dan mengelola air,” tutup Nurdiana.