INDUSTRY.co.id - Jakarta, Memasuki tahun ke-17 penyelenggaraannya, Diplomat Success Challenge (DSC) resmi melakukan transformasi terbesar sejak pertama kali digelar pada 2009.
Tak lagi sekadar menjadi ajang kompetisi bisnis, DSC kini berevolusi menjadi Founders Arena, sebuah ekosistem kewirausahaan yang lebih terbuka, inklusif, dan kolaboratif untuk mendorong lahirnya lebih banyak founder Indonesia.
Transformasi tersebut diumumkan dalam acara Kick-off & Press Conference DSC Season 17 di Jakarta dengan mengusung tema "The Founders of Indonesia".
Pada penyelenggaraan tahun ini, DSC kembali menyediakan total dana hibah sebesar Rp2,5 miliar bagi para entrepreneur Indonesia yang memiliki ide bisnis maupun usaha yang telah berjalan.
Presiden Direktur PT Wismilak Inti Makmur, Ronald Walla, mengatakan Indonesia membutuhkan semakin banyak founder yang mampu menghadirkan solusi sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
"Indonesia membutuhkan lebih banyak founder yang mampu menciptakan solusi dan lapangan kerja. Karena itu, setelah 17 tahun, DSC berevolusi menjadi Founders Arena, ekosistem yang lebih terbuka, inklusif, dan tetap berlandaskan prinsip 3P: Paham, Piawai, dan Persona," ujar Ronald Walla.
Ia menambahkan, di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat, karakter manusia tetap menjadi pembeda utama dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.
Menurutnya, kreativitas, konsistensi, kepemimpinan, serta kemampuan membangun relasi merupakan kualitas yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.
Transformasi DSC hadir di tengah kebutuhan Indonesia untuk meningkatkan jumlah wirausaha. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen (year on year) pada Triwulan I 2026.
Namun, rasio wirausaha mapan Indonesia hingga Februari 2026 baru mencapai 3,43 persen dari total angkatan kerja, masih berada di bawah Malaysia (4,74 persen), Thailand (4 persen), dan Singapura (8,76 persen).
Setiap tahun sekitar 2,9 juta penduduk usia kerja memasuki pasar kerja.
Sementara itu, sekitar 65,5 juta pelaku UMKM telah menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional dan berkontribusi sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Kondisi tersebut menjadikan lahirnya entrepreneur baru sebagai kebutuhan strategis untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Program Initiator Diplomat Success Challenge, Edric Chandra, mengatakan tema "The Founders of Indonesia" merupakan refleksi perjalanan DSC selama 17 tahun sekaligus penanda perubahan arah program.
"The Founders of Indonesia bukan sekadar tema, tetapi refleksi perjalanan DSC selama 17 tahun. Tahun ini kami berevolusi dari kompetisi bisnis menjadi ekosistem yang mendukung founder untuk tumbuh melalui komunitas, kolaborasi, dan kesempatan yang setara," ujar Edric Chandra.
Menurut Edric, Founders Arena dibangun di atas empat fondasi utama, yakni memberikan visibilitas bagi para founder, menyediakan ruang agar ide mereka didengar, membangun komunitas yang saling mendukung, serta membuka kesempatan yang setara tanpa dibatasi latar belakang maupun akses.
Dukungan terhadap transformasi DSC juga datang dari pemerintah. Menteri UMKM Maman Abdurrahman menilai DSC telah berkembang menjadi mitra strategis dalam mencetak wirausaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja.
"Melahirkan founder muda tidak bisa dilakukan sendiri. Program seperti DSC menjadi mitra strategis untuk memperluas lahirnya generasi pencipta lapangan kerja di Indonesia," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Maman memperkenalkan konsep Corporate Business Responsibility (CBR) sebagai paradigma baru dalam mendorong kemandirian pelaku usaha.
Menurutnya, pendekatan yang hanya berorientasi pada bantuan sosial melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) belum cukup efektif menciptakan pengusaha baru.
"Sudah berapa lama program CSR ini berjalan di tanah air kita tapi tidak mampu menghasilkan orang-orang hebat, orang-orang kaya, pengusaha baru. Karena pada akhirnya sesuatu yang sifatnya sosial tidak akan mampu membangun kemandirian," katanya.
Ia menilai semangat CBR telah diterapkan DSC karena peserta tidak hanya memperoleh modal usaha, tetapi juga pendampingan, jejaring, dan pembinaan agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Ketua Dewan Komisioner DSC, Surjanto Yasaputera, mengatakan pengalaman selama 17 tahun menunjukkan bahwa founder terbaik bukanlah mereka yang paling hebat secara individu, melainkan yang mampu menggerakkan orang lain.
"Pengalaman selama 17 tahun ini, kami melihat founder terbaik bukan yang paling hebat secara individual, tetapi yang paling mampu menggerakkan orang-orang di sekitarnya. Ekosistem Founders Arena yang kami bangun akan menjadi platform kolaboratif yang diharapkan memberikan dampak positif bagi dunia usaha Indonesia," ujar Surjanto.
Dukungan terhadap penguatan ekosistem kewirausahaan juga disampaikan Ketua Umum APINDO, Shinta Widjaja Kamdani.
Menurutnya, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia karena menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja, menyumbang lebih dari 60 persen PDB, serta berkontribusi terhadap lebih dari 60 persen total investasi nasional.
Meski demikian, tantangan terbesar saat ini bukan lagi memulai usaha, melainkan memperluas akses pasar. Saat ini baru sekitar 7 persen UMKM yang terhubung ke rantai pasok domestik dan hanya 4,1 persen yang berhasil masuk ke rantai pasok global.
Untuk menjawab tantangan tersebut, APINDO bersama Kementerian UMKM mengembangkan Indonesian Open Network (ION) yang mengadopsi konsep jaringan terbuka dari India melalui Open Network for Digital Commerce (ONDC).
Melalui sistem tersebut, pelaku UMKM dapat mengakses marketplace, layanan logistik, pembayaran digital, hingga pembiayaan dalam satu jaringan yang saling terhubung.
"Dengan Open Network ini pelaku UMKM dapat memperoleh akses yang lebih mudah ke berbagai marketplace, layanan logistik, sistem pembayaran hingga pembiayaan melalui satu jaringan yang saling terhubung. Sederhananya, connect once, grow everywhere," ujar Shinta.
Ia berharap DSC dapat menjadi titik awal lahirnya generasi baru founder Indonesia yang mampu menciptakan inovasi sekaligus membuka lapangan kerja.
"Mari kita jadikan DSC ini sebagai launch pad bagi generasi founder Indonesia berikutnya. Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh mereka yang mencari peluang. The future will be built by those who dare to build—mereka yang berani untuk membangun," tuturnya.
Pendaftaran Diplomat Success Challenge Season 17 dibuka hingga 9 Oktober 2026.
Para entrepreneur dari seluruh Indonesia dapat mendaftarkan ide bisnis maupun usaha yang telah berjalan untuk bergabung dalam ekosistem Founders Arena.