INDUSTRY.co.id - Menjelang Natal 2016 dan Tahun Baru 2016, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan fokus memantau 10 lintasan dari 195 lintasan yang dimilikinya.
10 lintasan tersebut adalah Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Lembar-Padangbai, Kayangan-Pototano, Bajoe-Kolaka, Tanjung Kelian-Tanjung Api-api, Sibilga-Nias, Bitung-Ternate, Hunimua-Waipirit, dan Kupang-Rote & Kupang-Sabu.
"Saya sudah berkeliling ke cabang-cabang yang diprediksi angkutannya pada peak season. Dari 195 lintasan, ada 10 lintasan yang kita monitor khusus karena kebanyakan para pemudik yang merayakan Natal ke daerah tersebut," kata Direktur Utama Faik Fahmi di ruang wartawan Kementerian BUMN, Jakarta.
Ia memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada 23, 24, 30 dan 31 Desember 2016. Sementara arus balik pada 2-3 dan 8 Januari 2017.
Adapun trip Merak-Bakauheni diperkirakan sebanyak 2.194 kali, Ketapang-Gilimanuk 10.008 kali, Lembar-Padangbai 928 kali, Kayangan-Pototano 1.529 kali, Bajoe-Kolaka 119, Tanjung Kelian-Tanjung Api-api 124 kali, Sibolga-Nias 59 kali, Bitung-Ternate 22 kali, Hunimua-Waipirit 2.152 kali, dan Kupang-Rote & Kupang-Sabu 124 kali.
"Di lintasan tertentu, kita operasionalkan kapal yang besar dengan angkut banyak, seperti Merak-Bakauheni di mana kita operasikan 53 kapal untuk periode 18 Desember 2016 sampai dengan 9 Januari 2017," paparnya.
Selain itu, ASDP akan menekan waktu sandar pelabuhan dari 1 jam menjadi 45 menit baik untuk kegiatan menurunkan dan memuat penumpang serta barang. Langkah ini merupakan hal terbaru yang diterapkan oleh perseroan.
"Karena ini baru kita lakukan sehingga belum ada sanksinya. Kita harapkan langkah tersebut dapat berjalan dengan baik," ujarnya.
Ia memperkirakan pada periode tersebut kapasitas penumpang naik 13%, kendaraan roda dua 13,2%, serta kendaraan roda empat 13,8%. ASDP akan menambah gerbang tol dari 12 menjadi 22 (kendaraan), 17 loket penumpang dari 8 reguler, serta 5 dermaga.
"Mudah-mudahan semua berjalan lancar. Namun, kendala yang tidak bisa kita halau adalah cuaca karena beberapa lintasan cuaca ekstrim, seperti Ketapang-Gilimanuk yang pelayarannya berhenti. Sehingga cuaca menjadi perhatian kita," ungkapnya. (Hrb)