INDUSTRY.co.id-Jakarta - Kasus Guru SD di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, yang dibentak dan dimaki muridnya, semakin menyita perhatian masyarakat tidak saja di Sumatera Barat namun juga sampai ke tingkat nasional.
Hal ini, perlu disikapi secepatnya karena bisa berdampak kepada mental anak jika selalu menjadi topik pembicaraan.
Hal tersebut disampaikan oleh Politisi PPP asal Sumatera Barat Mhd Perismon, ketika berbincang dengan awak media Epicentrum, Kuningan, Selasa (25/07/2023).
"Saya sebenarnya tidak mau membicarakan persoalan ini, karena berbagai upaya penyelesaian sudah dan sedang dilakukan dengan sebaik-baiknya oleh berbagai pihak. Kita sebaiknya menahan diri saja, karena ini juga bisa berpengaruh ke mental si anak," ujarnya.
Lanjut Perismon, dalam menangani persoalan ini harus melibatkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) karena ada hak anak di bawah umur yang juga harus dilindungi.
"Kita prihatin dengan kondisi Ibu Guru itu, apalagi sempat katanya dipaksa untuk minta maaf. Tetapi kita juga harus ingat mental sang anak, kasihan dia kalau terus-terusan menjadi bahan pembicaraan. KPAI harus ambil peranan, jangan sampai mentalnya terganggu," sambung Jurnalis yang memilih terjun ke politik praktis ini.
Menjawab informasi Guru SD yang meminta perlindungan dengan meminta bantuan pengacara, Perismon menyebut harus dihormati karena menjadi haknya mendapatkan jaminan keamanan. Namun, dia berharap kasus ini tidak berlanjut ke ranah hukum.
"Saya berharap dapat diselesaikan dengan baik dan cepat. Soal jaminan keamanan guru itu, mungkin Pemda Limapuluh Kota, Bupati, Kadisdik, Tokoh-Tokoh Masyarakat termasuk orang tua Si Murid harus duduk bersama. Jaminan keamanan bagi guru tersebut sangat penting, wajib dipenuhi," terangnya.
Perismon juga memberikan apresiasi kepada awak media yang memberitakan kasus ini, tetap menjunjung aspek perlindungan anak di bawah umur. Namun, dia berharap semoga kasus ini tidak lagi menjadi polemik demi kebaikan semua pihak.
"Saya perhatikan pemberitaan ini, semua teman-teman sangat menjaga hak Si Anak. Saya salut dan apresiasi sekali. Saya juga berharap video viral itu tidak lagi tersebar luas, takutnya akan mengganggu mental Si Anak. Usianya masih rentan dan tanggung jawab kita semua untuk melindunginya. Dan saya percaya, ini akan bisa diselesaikan dengan baik dan hati-hati. Ibarat 'maelo rambuik dalam tapuang', rambut tertarik dan tepungpun tidak terserak," pungkas Putera Asli Kabupaten Limapuluh Kota tersebut.