INDUSTRY.co.id - Jakarta - Perusahaan keamanan siber di Asia Pasifik, ITSEC Asia bakal melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering/IPK di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Agustus 2023.
Perusahaan akan melepas 1.008.734.800 lembar saham setara 15,64% dari total modal ditempatkan di rentang harga penawaran Rp100 - Rp110 per saham.
ITSEC Asia menargetkan dapat menghimpun dana sebanyak-banyaknya Rp110.960.828.000,- (seratus sepuluh miliar sembilan ratus enam puluh juta delapan ratus dua puluh delapan ribu rupiah Rupiah) atau setara dengan 15,64% dari total modal ditempatkan.
Dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi efek rencananya akan digunakan perseroan untuk modal kerja, perluasan tim cybersecurity, R&D, pengembangan produk, peningkatan alat teknologi dan berbagai rencana taktis untuk mendorong pertumbuhan pendapatan di masa depan.
Presiden Direktur ITSEC Asia, Andri Hutama Putra mengatakan, prospek pertumbuhan industri teknologi keamanan siber di Indonesia masih sangat luas.
Perseroan melihat masih luasnya segmen pasar yang dapat digarap sehingga perseroan melakukan aksi korporasi dengan melantai di Bursa Efek Indonesia melalui Penawaran Umum Perdana Saham (IPO).
"Langkah IPO ini sebagai bentuk penguatan bisnis dan reputasi perseroan untuk mendukung strategi dan taktik perseroan mengembangkan layanan dan menjangkau pasar," kata Andri di Jakarta, Selasa (18/7).
Dirinya mengungkapkan bahwa perseroan memandang pertumbuhan industri teknologi keamanan siber di Indonesia akan meningkat dengan pesat.
Tingkat digitalisasi yang tinggi juga meningkatkan risiko serangan siber. Menurut data dari Frost & Sullivan, sebanyak 49% organisasi di Indonesia pernah mengalami serangan siber dan merugikan Indonesia sebesar US$ 43,2 miliar, atau 3,7% dari total PDB Indonesia.
Untuk Indonesia, diperlukan strategi dan taktik keamanan siber yang efektif, karena Indonesia merupakan negara ketiga yang paling rentan terhadap serangan malware.
Dalam menjawab berbagai tantangan keamanan siber dalam perusahaan dan organisasi, ITSEC Asia mengembangkan dua layanan utama, yaitu Managed Security Services (MSS) yang terdiri dari Pemantauan Jaringan Perusahaan Terkelola; Pemantauan Keamanan/Pemantauan Keamanan Cloud; Proteksi dan Deteksi Malware Tingkat Lanjut; dan layanan lainnya, serta Professional Security Services (PSS) yang terdiri dari Pengujian Penetrasi & Red Teaming; Keamanan Aplikasi; dan Forensik Digital & Respons Insiden.
Pasar MSS dan adopsi PSS mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tren ini diperkirakan akan berlanjut di tahun-tahun mendatang karena perusahaan-perusahaan semakin sadar akan risiko yang ditimbulkan oleh ancaman siber.
Dalam menyediakan berbagai layanan dan solusi keamanan siber kepada pelanggan di seluruh dunia, ITSEC Asia telah membangun jaringan mitra yang kuat terutama di Asia Pasifik.
Jaringan tersebut mencakup pemasok teknologi paling canggih yang memiliki produk dan solusi keamanan yang telah teruji dalam keamanan jaringan, keamanan endpoint, intelijen ancaman, keamanan surel, gateway, perlindungan beban kerja cloud, keamanan aplikasi, pengelolaan kata sandi, vulnerability management, dan lain-lain.
ITSEC Asia membangun jaringan mitra aliansi yang luas di berbagai negara untuk meningkatkan jangkauan pasar dan memberdayakan bisnis melalui produk-produk keamanan yang ditawarkan.
Mitra aliansi ITSEC Asia juga terus memperluas jangkauan geografis gabungan ITSEC agar dapat mengembangkan pasar, mendukung proses penjualan, dan meningkatkan penawaran keamanan siber kepada potential clients.
Dengan mitra dan jaringan yang kuat, dapat dipastikan bahwa ITSEC Asia mampu memberikan layanan yang komprehensif dan akurat untuk perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri perbankan, perusahaan asuransi, operator telekomunikasi terkemuka, dan lainnya.
Kinerja Perseroan
Perseroan berhasil meningkatkan pendapatan bersih sebesar 154% dari periode satu tahun 2020 dibanding dengan periode satu tahun 2022. Di mana pada tahun 2021 tumbuh sebesar 60,93% dari periode yang sama tahun 2020, dan pada tahun 2022 tumbuh sebesar 58,07% dari periode yang sama tahun 2021.
Total pendapatan bersih diperoleh dari laporan konsolidasi perseroan yang beroperasi di tiga negara yaitu Indonesia, Singapura, dan Australia. Pertumbuhan bisnis ini menjadi tolok ukur kesuksesan ITSEC Asia menjadi salah satu perusahaan keamanan informasi yang terdepan dan terpercaya di industri ini.
“ITSEC Asia terus berkomitmen untuk membangun ekosistem keamanan siber yang mumpuni di Indonesia. Pertumbuhan bisnis ini merupakan hasil dari kepercayaan klien dan pasar terhadap layanan dan solusi yang diberikan oleh ITSEC Asia dalam menjawab berbagai tantangan keamanan siber terkini bagi perusahaan dan organisasi," tutup Andri.