INDUSTRY.co.id , Jakarta - Pertumbuhan ekonomi di Indonesia menjadi alasan bagi investor asal China untuk menginvestasikan modalnya di sektor properti, apartemen bintang lima dengan harga murah JKT Living Star.

Advertisement

Wuzhou Investmen Grup, sebuah perusahaan kondang asal Beijing, China (Tiongkok) yang begerak di sektor medis melalui anak usahanya, PT Sindeli Propertindo Abadi, membangun Apartemen JKT Living Star di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

"Kami memang perusahaan medis di China. Namun ada beberapa alasan mengapa kami tertarik untuk investasi di Indonesia. Karena pertumbuhan ekonomi di sini bagus. Jumlah penduduknya besar, serta permintaan sektor properti di kawasan DKI Jakarta cukup menjanjikan,' papar Wu Wei, CEO PT Sindeli Propertindo Abadi kepada wartawan usai launching apartemen JKT Living di Jakarta, Sabtu (15/7/2017).

Advertisement

Kata Wu, Wuzhou adalah perusahaan medis terbesar ke-empat di China. Perusahaan ini juga memiliki investasi di industri sparepart di Amerika Utara serta industri baja di Laos, Vietnam.

Dalam proyek apartemen JKT Living, kata Wu, investasi yang digelontorkan mencapai US$150 juta, atau hampir Rp2 triliun. Tahap awal dikucurkan investasi US$20 juta untuk lahan, desain, serta operasional kantor dan marketing. "Selanjutnya dikucurkan 30 juta dolar AS untuk pembangunan awal. Kemungkinan groundbreaking pada November," kata Wu.

Advertisement

Apartemen JKT Living Star, kata Wu, berkonsep city first class-livingclass-aco first class. Artinya, desainnya cukup modern dengan interior berkelas, namun harganya terjangkau kantong. "Saya berani jamin, apartemen ini berkelas namun harganya murah. Bahkan bisa lebih murah 15% ketimbang apartemen lainnya," papar Wu.

Sementara, Ahmad Nurman, Sales Manager JKT Living Star mengamini penjelasan Wu. banderol harga apartemen JKT Living Star dibuka mulai Rp260 juta per unit. "Rencana dibangun enam tower. Tiap tower terdiri dari 23 lantai. Tiap lantai dibangun 30 unit apartemen. Alhamdulillah, tower A sudah laku 70%," papar Nurman.

Advertisement

Rencananya, kata Nurman, Apartemen JKT Living berdiri di lahan seluas 200.000 meterpersegi. Di mana, 65% lahan akan dijadikan lahan hijau, sisanya yang 35% adalah bangunan. "Soal akses tidak perlu khawatir. Apartemen ini dikelilingi empat daerah pusat bisnis yang tengah berkembang. Yakni Depok, TB Simatupang, Siracas dan Cibubur," paparnya.