INDUSTRY.co.id - Jakarta - P&G Indonesia kembali berkolaborasi dengan WEConnect International dalam menyelenggarakan program ANJANI 2023 - Gerakan Maju Wanita Indonesia.
Diselenggarakan pada 8-11 Mei 2023, program ANJANI edisi ketiga hadir sebagai wujud konkret dari komitmen P&G Indonesia yang konsisten dalam mendukung agenda pemberdayaan perempuan. Yaitu dengan membekali para wirausaha perempuan dengan kemampuan serta akses yang mereka butuhkan agar dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas.
Pada kesempatan yang sama, P&G Indonesia juga menekankan kembali komitmennya dalam mendorong Keragaman Pemasok (Supplier Diversity) agar semakin banyak wirausaha perempuan yang tergabung ke dalam ekosistem mitra bisnis dan rantai pasokan P&G Indonesia.
Salah satu cara untuk melawan bias dan memperluas akses mereka terhadap rantai pasokan yang lebih besar adalah dengan mendorong Keragaman Pemasok. Keragaman Pemasok mengacu pada penggunaan secara proaktif bisnis milik kelompok yang masih belum terwakili secara ekonomi seperti perempuan, sebagai pemasok ke dalam rantai pasokan organisasi.
Bagi P&G, Keragaman Pemasok telah menjadi strategi bisnis selama lebih dari 40 tahun. P&G Indonesia berkomitmen untuk mengembangkan basis Keragaman Pemasok dengan bekerja secara langsung dengan bisnis bersertifikat yang dimiliki oleh pelaku usaha perempuan Indonesia.
"Kami kembali menyelenggarakan ANJANI untuk ketiga kalinya. Ini merupakan wujud nyata dari konsistensi kami dalam bergerak dan tumbuh bersama para pelaku usaha perempuan Indonesia, serta membekali mereka dengan kemampuan dan akses yang mereka butuhkan untuk terhubung dengan rantai pasokan yang lebih besar," kata Saranathan Ramaswamy selaku Presiden Direktur P&G Indonesia.
ANJANI, yang juga dikenal dengan Women Entrepreneurs Academy (WAE) di negara lain tempat P&G beroperasi, pertama kali diluncurkan di Indonesia pada tahun 2020 sebagai wadah bagi pengusaha perempuan untuk membantu menghilangkan batasan-batasan wirausaha perempuan dan mengisi gap kapasitas/kemampuan yang mereka butuhkan.
Secara global, program tersebut berjalan di 15 negara (termasuk Indonesia, India, Jepang, dll) dan telah memberdayakan lebih dari 500 wirausaha perempuan.
Sejak tahun 2020 hingga 2023, terdapat 67 usaha yang dimiliki perempuan (Women-Owned Business/WOB) dan usaha yang dipimpin oleh perempuan (Woman-Led Business/WLB) yang tergabung dalam jejaring ANJANI.
Selain mendapatkan peningkatan kapasitas, para partisipan ANJANI juga mendapat peluang dan akses baru dalam bermitra dengan lebih banyak WOB/WLB. Pada ANJANI edisi ketiga, P&G dan WEConnect Internasional akan semakin memperkuat akses WOB/WLB dengan membuka kesempatan berjejaring yang lebih luas dan beragam.
“Kami mengapresiasi dan mendukung penuh program ANJANI yang telah dilaksanakan secara konsisten oleh P&G Indonesia dalam mendukung kesetaraan gender bagi perempuan, terutama di dalam dunia usaha. Hadirnya program ANJANI edisi ketiga ini sangat membantu memberikan peluang baru bagi wirausaha perempuan untuk mengembangkan bisnisnya," kata Bintang Puspayoga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
P&G akan terus mendukung pemberdayaan perempuan melalui program ANJANI dan membuka akses yang lebih besar bagi perempuan untuk berkontribusi secara bisnis lewat Keragaman Pemasok.
P&G terus bekerja sama dengan WEConnect International serta membuka peluang kolaborasi bersama organisasi lainnya dengan visi dan nilai yang selaras, untuk mengakselerasi usaha milik perempuan lewat program pemberdayaan dan Keragaman Pemasok di Indonesia.