INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk melindungi industri kecil dan menengah (IKM) dalam negeri agar mampu bersaing di era globalisasi dengan memiliki beberapa program dan kegiatan yang telah dan akan dilakukan.

Advertisement

"Salah satu program yang telah kami lakukan adalah e-smart IKM. Program ini dalam upaya peningkatan akses pasar IKM melalui media online dengan cara mengintegrasikan sistem database IKM yang tersaji dalam profil industri, sentra dan produk dengan marketplace yang sudah ada," ungkap Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di Jakarta (12/7/2017).

Ia menambahkan, dengan adanya sistem database IKM tersebut yang termonitor dan terintegrasi, dapat disusun kebijakan yang tepat untuk meningkatkan daya saing IKM khususnya fasilitas berupa kemudahan perolehan bahan baku dan sumber pembiayaan.

Advertisement

"Pada tahun 2017 ini, e-smart IKM memiliki target untuk memfasilitasi 1.000 IKM dengan jumlah produk sebanyak 3.000 produk," terangnya.

Program selanjutnya, lanjut Menperin, One Vilage One Product (OVOP) sebagai langkah pendekatan pengembangan potensi daerah di satu wilayah untuk menghasilkan satu produk kerajinan lokal, berkelas global yang khas daerah dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

Advertisement

"Program ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi masyarakat untuk memproduksi produk-produk khas daerah sesuai selera dan standar pasar internasional yang bernilai tambah tinggi. Selain itu, IKM dapat memiliki wawasan dan keterampilan serta pengetahuan yang lebih luas untuk mengembangkan produk asli daerahnya," ujar Airlangga.

Program selanjutnya adalah memberikan kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) IKM melalui kerjasama dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai, Kementerian Keuangan. Melalui fasilitas ini, IKM mendapatkan kemudahan berupa pembebasan bea cukai dan pajak dalam rangka impor untuk bahan baku, bahan penolong, mesin beserta barang contoh yang digunakan untuk menunjang hasil produksi yang nantinya akan diekspor kembali sehingga harga produk akan lebih kompetitif di pasar internasional.

Advertisement

"Kami juga akan memfasilitasi melalui Pusat Logistik Berikat (PLB) yang bekerjasama dengan Ditjen Bea Cukai, pembiayaan bagi IKM, pengaturan impor produk tertentu, penguatan peran IKM dalam rantai pasok industri, pembentukan material center IKM, inkubator untuk IT, kawasan industri khusus IKM, fasilitasi desain dan kemasan, serta HKI," pungkas Airlangga.