INDUSTRY.co.id , Jakarta- Rencana pemindahan ibukota yang diutarakan Presiden Joko Widodo ramai menjadi perbincangan dalam beberapa waktu terakhir. Rencana tersebut saat ini sudah masuk dalam tahap kajian.

Sebelumnya, wacana yang sama juga sempat muncul pada saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Namun tidak pernah ada kejelasan hingga akhir periode.

Saat ini, rencana tersebut dimunculkan lagi pada pemerintahan Presiden Joko Widodo. Bedanya, ada penekanan bahwa rencana akan dikaji secara serius hingga melahirkan keputusan. Baik itu keputusan untuk pindah maupun tidak.

Berdasarkan kajian sementara dari Kementerian PPN/Bappenas, Kota Palangkaraya masuk sebagai salah satu opsi pemindahan Ibukota tersebut.

Kota yang terletak di Kalimantan Tengah tersebut dianggap cocok sebagai pusat pemerintahan karena memiliki lahan yang luas dan tidak rentan dari bencana alam seperti gempa.

Salah satu daerah lain yang masuk dalam opsi tersebut adalah Jonggol yang terletak di Kabupaten Bogor. Wilayah Jonggol dinilai menjadi opsi karena sebelumnya juga pernah dikaji pada masa pemerintahan Presiden Soeharto arena dianggap cukup ideal sebagai pusat pemerintahan.

Daerah lain yang menjadi opsi adalah Balikpapan dan Samarinda, kedua kota ini sebenarnya saling berdekatan dan terletak di Kalimantan Timur.

Kajian pemindahan ibu kota ditargetkan selesai sebelum akhir tahun 2017. Bila keputusannya adalah pindah, maka prosesnya akan dilakukan secara bertahap. Diperkirakan membutuhkan waktu 5-10 tahun.