INDUSTRY.co.id, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani ikut mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pertemuan pimpinan negara anggota G20 di Hamburg, Jerman pada 7-8 Juli lalu.
Sri menjelaskan, selama prosesi pertemuan G20 berlangsung, seluruh negara anggota menyatakan komitmennya untuk melakukan pertukaran data keuangan dan memperbaiki transparansi informasi keuangan. Komitmen ini, kata Sri, dilakukan demi menekan dan mempersempit ruang gerak pengemplang pajak.
Ia melanjutkan, para pemimpin negara G20 membahas secara intensif bagaimana menghindari kecenderungan proteksionisme dan persaingan tidak setara (non level playing field) dan tidak adil (unfairtrade) antar negara yang akan beresiko menghancurkan upaya G20 untuk memperkuat pemulihan ekonomi global.
"Komitmen makin kuat untuk memerangi penghindaran dan penggelapan kewajiban pajak," ujar Sri
Ia menjelaskan bahwa Indonesia terlibat langsung dalam langkah-langkah untuk memperkecil ruang gerak pengemplang dan penghindar pajak, termasuk melalui BEPS (Base Erosion Profit Shifting) dan penguatan AEOI -Automatic Exchange of Information (pertukaran informasi perpajakan antar negara).
Indonesia, lanjut Sri, akan memanfaatkan kerjasama perpajakan internasional ini untuk meningkatkan upaya demi melawan penghindar dan pengemplang pajak. Meski begitu, Sri menegaskan untuk tetap melakukan reformasi perpajakan agar dapat memanfaatkan kerjasama internasional secara maksimal untuk kepentingan negara Indonesia.