INDUSTRY.co.id - Jakarta- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan kestabilan harga pangan selama puasa dan Lebaran 2017 menumbuhkan kepercayaan investor, terlihat pada penguatan indeks harga saham gabungan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi awal perdagangan setelah libur Lebaran.

Advertisement

Ketua KPPU Syarkawi Rauf dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (5/7/2017) mengapresiasi kerja Tim Satgas Pangan Polri, Tim Kementan dan Kemendag karena harga jual dan pasokan komoditas pangan pada puasa dan lebaran tahun ini paling stabil sepanjang sepuluh tahun terakhir.

"Pengawasan Tim Satgas pangan Polri, Tim kemendag dan Kementan membuat pasokan pangan stabil, dan berdampak pada harga yang stabil bahkan cenderung turun," kata Syarkawi.

Advertisement

Stabilnya harga pangan membuat penyumbang utama inflasi pada Juni 2017 sekitar 0,69 persen berupa angkutan udara, bukan bahan pangan.

Angka inflasi itu juga lebih rendah dibanding rata-rata inflasi periode puasa dan lebaran tiga tahun terakhir sebesar 0,85 persen (mtm).

Advertisement

Terdapat empat komoditas pangan yang menjadi sorotan utama KPPU dan Tim Satgas Pangan Polri, yakni daging sapi, gula, minyak goreng serta bawang putih.

Untuk itu, inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar dan rumah pemotongan hewan (RPH) di kota-kota besar dilakukan secara intensif untuk memantau perkembangan pasokan dan harga.

Advertisement

Menurut Syarkawi, koordinasi lintas kementerian/lembaga mempersempit ruang gerak para spekulan yang selama ini berperan memainkan harga jual.

Sebagai contoh, sebelumnya harga daging sapi segar bisa mencapai hingga Rp150.000 per kilogram, tetapi tahun ini harganya stabil di kisaran Rp120.000 per kg untuk daging segar kualitas terbaik, sedangkan harga daging sapi beku tetap stabil Rp80.000 per kg sesuai dengan ketentuan harga eceran tertinggi (HET) Kemendag.

Harga gula di pasar-pasar ritel masih stabil sesuai HET Rp12.500 per kg, padahal tahun lalu harganya Rp18.000 per kg. Sementara harga minyak goreng yang tetap sesuai HET senilai Rp11.000 per kg atau bahkan Rp10.000 di pasar tradisional untuk minyak kemasan, tahun lalu naik hingga Rp23.000 per kg.

Pihaknya berharap kementerian/lembaga bersama Satgas Pangan Polri akan terus menjaga kestabilan pasokan dan harga komoditas pangan utama lainnya, seperti beras, ayam dan cabai.

"Kami berharap tim lintas kementerian dan lembaga dapat membangun sistem koordinasi yang lebih baik sehingga dapat memberikan solusi baik jangka sangat pendek, pendek, menengah, maupun jangka panjang," tutur Syarkawi.