INDUSTRY.co.id , Seoul - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto terus berupaya untuk menarik investor Korea Selatan melakukan perluasan usahanya ke kawasan industri luar Jawa, seperti di Sei Mangkei, Sumatera Utara dan Morowali, Sulawesi Tengah. Pasalnya, kawasan industri tersebut masuk dalam daftar proyek strategis nasional sehingga diprioritaskan pengembangannya.
Kami fokus mendorong percepatan pembangunan kawasan industri luar Jawa, sebagai salah satu upaya pemerataan ekonomi nasional, kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat menjadi pembicara pada The 8th Asian Leadership Conference dengan tema Invest in Indonesia: Nation of Abundant Natural and Human Resources di Seoul, Korea Selatan, Selasa (4/7/2017).
Menurut Airlangga, pembangunan kawasan industri khususnya di luar Jawa berperan signifikan untuk mengakselerasi cita-cita pemerintah mewujudkan Indonesia sentris. Apalagi, Indonesia berhasil meraih rating investment grade atau layak investasi yang diberikan oleh S&P.
Pemerintah telah menyiapkan beberapa wilayah menjadi pusat industri baru. Misalnya, kawasan industri Kuala Tanjung dan Sei Mangkei yang bisa menarik investasi untuk wilayah Sumatera. Kemudian, kawasan industri Morowali di Sulawesi Tengah dan Bitung di Sulawesi Utara diharapkan untuk pengembangan industri bagi wilayah Timur, tutur Airlangga.
Kawasan industri Sei Mangkei berdiri di atas lahan seluas 2.002 hektare (Ha) dengan investasi Rp 9,5 triliun, yang difokuskan pada pengembangan di bidang industri pengolahan CPO. Kemudian, kawasan industri Morowali, berdiri di atas lahan seluas 1.200 Ha dengan investasi sekitar Rp 49,7 triliun, yang difokuskan pada pengembangan bidang industri ferronikel.