INDUSTRY.co.id - Perekonomian Indonesia sudah mencapai titik bawah dari situasi dan kembali naik di tahun 2016, dan akan membaik ditahun 2017, ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,1%.
Khusus untuk sektor transportasi dan logistik, sektor tersebut mampu memberikan sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 6%-7%. Sektor tersebut menjadi yang menarik karena mampu tetap berjalan dan tumbuh meski ekonomi melambat.
Laporan Indonesia 2016-OECD Economic Survey Interview menyatakan bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan perbaikan kerangka kebijakan secara progresif, termasuk didalamnya adalah keberadaan paket-paket kebijakan yang berhubungan dengan dunia rantai pasokan. Namun, kenyataan dilapangan belum semulus harapan pemerintah.
"Dua masalah dalam bidang logistik Indonesia adalah masalah infrastruktur dan regulasi, sehingga perbaikan dalam kedua hal tersebut akan berdampak signifikan, namun terkait regulasi sering terjadi kendala dalam implementasi kebijakan". Tutur Yukki Nugrahawan Hanafi selaku Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI)
Kompleksitas masalah rantai pasokan Indonesia turut terdeskripsikan parameter-parameter yang berlaku Internasional, anatara lain Logistics Performance Index (LPI). Berdasarkan laporan LPI tahun 2016, Indonesia turun dari peringkat dengan skor 2,98 ditahun 2016. Diantara negara-negara ASEAN Indonesia berada di posisi keempat.
Di balik segala permasalahan yang ada didalam industri logistik Indonesia, tentu saja ada kesempatan-kesempatan yang menunggu untuk disergap oleh mata para pelaku bisnis.
Yukki Nugrahawan Hanafi dengan percaya diri menyatakan "Logistik selalu menarik dimata saya, logistik selalu berjalan dan tumbuh."
Mengenai prospek bisnis logistik di Tanah Air, lebih lanjut Yukki menuturkan bahwa Indonesia akan selalu seksi dimata para pengusaha dan pebisnis. Bahkan di mata pebisnis asing, Indonesia sangat menarik karena jumlah penduduknya yang terbesar di Asia Tenggara.(iaf)