INDUSTRY.co.id , Jakarta - Untuk meminimalkan dampak dari produk inovatifnya pada lingkungan, Samsung telah melakukan berbagai teknik dalam proses pengembangan desain yang unik dan ramah lingkungan sebagai bagian dari partisipasi perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Advertisement

Menurut keterangan resmi yang diterima INDUSTRY.co.id, Jumat (23/6/2017), Ada tiga kunci sederhana dari konservasi yaitu, kurangi (reduce), gunakan kembali (reuse), dan daur ulang (recylce). Samsung menerapkan prinsip-prinsip dasar tersebut pada desain produknya untuk meminimalkan dampak proses pembuatan produknya pada lingkungan hidup.

Samsung memaksimalkan efisiensi sumber daya mulai dari tahap perakitan hingga tahap pembuangan. Proses tersebut terdiri dari penggunaan ulang beberapa komponen (reuse), mengurangi penggunaan plastik dengan memanfaatkan kemasan dan plastik daur ulang (reduce), serta meningkatkan penggunaan komponen-komponen yang dapat di daur ulang pada produk baru (recycle).  

Advertisement

Di akhir 2016, sekitar 86 persen produk yang dikembangkan Samsung telah mencapai peringkat Good Eco - Product atau lebih tinggi. Tahun ini, Samsung berencana merevisi formula evaluasi in – house - nya dan memasukkan kriteria eco – labeling dari badan akreditasi eksternal.

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pada tahun 2020, 90 persen produk yang dikembangkan Samsung mencerminkan standar eco – labeling tertinggi.

Advertisement

Pada tahun 2014, Samsung telah berupaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) baik dalam proses pembuatan maupun tahap penggunaan produk. Pada tahap penggunaan produk, Samsung menargetkan mencapai pengurangan emisi gas rumah kaca hingga sebesar 250 juta ton secara kumulatif pada tahun 2020.

Sejauh ini langkah – langkah yang diambil perusahaan telah berhasil mengurangi sekitar 188 juta ton akumulasi emisi gas rumah kaca dari tahun 2009 sampai 2016.

Advertisement

Selain mengurangi emisi gas rumah kaca, Samsung terus mengeksplorasi cara untuk menghilangkan penggunaan zat berbahaya dalam proses manufaktur. Untuk lingkungan kerja juga produk yang lebih aman, baik untuk manusia maupun bagi lingkungan.

Selama beberapa tahun terakhir, Samsung telah mengurangi penggunaan berbagai zat berbahaya yang biasa digunakan dalam manufaktur elektronik. Produk – produk seperti TV dan smartphone Samsung yang terbaru telah bebas dari zat yang populer digunakan namun berpotensi berbahaya seperti PVC, plastik sintetis, penghambat api seperti TBBP - A dan BFR, serta phthalates.
 
Komitmen tersebut juga terwujud pada inovasi – inovasi produk unggulan Samsung, Samsung QLED TV dibuat sedemikian rupa sehingga bebas dari cadmium, zat yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

Sedangkan Samsung Galaxy S8 dan S8+ yang baru saja dirilis mendapatkan sertifikasi ECOLOGO Gold dari UL Environment, sebuah divisi dari Underwriters Laboratories, perusahaan ilmu keselamatan global, setelah mengevaluasi efisiensi energi perangkat, sistem pengisian daya, penggunaan plastik daur ulang dan plastik berbahan dasar bio, serta kemudahan pembongkaran perangkat.

Hingga akhir tahun 2016, 2.054 model inovasi Samsung telah mendapatkan sertifikat eco - label dari pemerintah dan badan akreditasi di seluruh dunia.