INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut masih banyak oknum pengusaha nakal atau culas yang membuat harga minyak goreng tak kunjung turun.
Menurutnya, praktik curang ini membuat persoalan minyak goreng (migor) menjadi ruwet dan berkepanjangan.
Dijelaskan Bahlil, pemerintah sudah memanggil pengusaha-pengusaha untuk menurunkan harga minyak goreng, salah satunya dengan menerapkan kewajiban memenuhi pasokan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO).
"DMO itu untuk menjamin ketersediaan suplai bahan baku industri dalam negeri agar harganya terjangkau, tapi apa yang terjadi? Masih ada oknum-oknum pengusaha yang kelakuannya masih seperti itu, belum insaf-insaf," tegasnya saat rilis survei Indikator Politik Indonesia, Senin (11/7).
Kepala BKPM itu menyebutkan, karakteristik pengusaha memang ingin mencari keuntungan sebesar-besarnya. Meski begitu, ia menilai tidak pantas bagi pengusaha bermain-main dengan kebutuhan pokok masyarakat.
"Inilah yang harus ditertibkan oleh Pak Mahfud (Menko Polhukam). Enggak semuanya pengusaha itu bagus jujur saja, masih ada satu-dua pengusaha membuat kita pusing sejujurnya," terangnya.
Bahlil pun memastikan pemerintah sudah berpengalaman untuk menertibkan pengusaha nakal yang menggunakan berbagai cara agar mendapatkan keuntungan besar dari industri minyak goreng maupun kelapa sawit ini.
"Harapannya ke depan ayolah untuk persoalan rakyat sudah, jangan kita main-main, Silakan main-main untuk urusan yang tidak bersentuhan langsung kepada rakyat," tutup Bahlil.