INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menghadapi kondisi yang penuh tantangan untuk melalui masa pandemi Covid-19 dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun. Pasalnya, beragam pembatasan mobilitas yang diterapkan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19, berakibat pada penurunan aktivitas dan daya beli masyarakat.
Selain itu, penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dan protokol kesehatan mengakibatkan operasional bisnis mengalami banyak keterbatasan, sehingga tidak dapat memberikan kontribusi pendapatan sebagaimana mestinya.
Seperti diketahui, Summarecon yang telah berdiri selama 47 tahun sudah membangun tujuh kawasan berskala kota, yaitu Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong, Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung, Summarecon Mutiara Makassar, Summarecon Emerald Karawang dan Summarecon Bogor.
Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong, dan Summarecon Bekasi saat ini telah tumbuh menjadi kawasan yang produktif, pusat niaga dan bisnis. Sedangkan Summarecon Bandung, Summarecon Mutiara Makassar, Summarecon Emerald Karawang dan Summarecon Bogor saat ini masih dalam tahap pengembangan.
Pengembangan ini berdampak positif bagi perekonomian, karena mendorong dibukanya beragam usaha dan kegiatan ekonomi, yang juga diikuti tersedianya peluang lapangan kerja. Pasalnya, bisnis properti yang dijalankan perseroan ini adalah salah satu motor pendorong ekonomi yang memiliki multiplier effect.
Bisnis perseroan tersebut mampu menggerakkan sekitar 174 sektor usaha lainnya, mulai dari sektor jasa, bahan bangunan, hingga membuka lapangan kerja baru yang tidak hanya bagi 4.000 karyawan perusahaan, tetapi juga bagi 1.700 pekerja proyek di seluruh unit usaha.
Karena itu, perseroan berkomitmen untuk tetap menjaga produktivitas bisnis di masa pandemi. Hal itu dilakukan melalui penerapan strategi yang efektif, inovatif, disertai kerja keras dan ketekunan.
“Untuk mempertahankan agar bisnis perseroan tetap produktif dan memberikan kontribusi positif bagi seluruh stakeholder di saat pandemi, kami secara ketat menjaga kualitas produk, menghadirkan desain produk yang mengadaptasi kebutuhan masyarakat, memberikan layanan pada kepuasan pelanggan, serta pemasaran produk dengan skema pembayaran yang lebih ringan dan tingkat suku bunga kredit yang relatif rendah. Ini membuat produk properti Summarecon semakin menarik dan lebih terjangkau bagi masyarakat,” papar Adrianto P. Adhi, President Direktur SMRA dalam acara paparan publik, Kamis (07/07/2022).
Adrianto mengemukakan, dengan penerapan strategi seperti itu, perseroan pada 2021 berhasil meraih marketing sales (pra-penjualan) sebesar Rp5,2 triliun. Itu mencapai 30% di atas target yang ditetapkan semula sebesar Rp4 triliun. Di samping itu, angka marketing sales 2021 tersebut menunjukkan pertumbuhan 58% dibandingkan dengan realisasi 2020 sebesar Rp3,3 triliun.
“Angka marketing sales 2021 tersebut merupakan rekor tertinggi dalam sejarah perusahaan,” imbuh Adrianto.
Unit Pengembangan Properti
Unit usaha Pengembangan Properti mencatat pendapatan Rp4,148 triliun, meningkat Rp478 miliar atau 13% dibandingkan realisasi pendapatan 2020 sebesar Rp3,670 triliun. Pengembangan Properti adalah unit usaha yang mengkontribusikan pendapatan sebesar 75% dari total pendapatan perseroan.
Sebesar 66% dari total pendapatan tersebut didominasi segmen perumahan. Pendapatan dari segmen perumahan ini naik 37% atau Rp732 miliar menjadi 2,723 triliun pada 2021. Sementara itu, Penjualan apartemen mengkontribusikan 17% dari pendapatan Unit Pengembangan Properti. Untuk apartemen, Summarecon Serpong merupakan kontributor pendapatan tertinggi, yaitu sebesar Rp2,243 triliun.
Unit Investasi dan Manajemen Properti
Unit Investasi dan Manajemen Properti selama masa pandemi beroperasi di bawah kapasitas karena adanya pembatasan PPKM. Unit Investasi dan Manajemen Properti berhasil meningkatkan pendapatan sebesar Rp24 miliar (3%) menjadi Rp918 miliar. Itu mengkontribusikan 16% dari total pendapatan perseroan pada 2021.
Bisnis pusat perbelanjaan dan properti ritel memberikan kontribusi sebesar 91% dari pendapatan unit investasi dan manajemen properti. Meski tidak dapat beroperasi penuh, pusat perbelanjaan masih berhasil mempertahankan tingkat hunian lebih dari 90%. Summarecon Mall Kelapa Gading menyumbang 46% dari pendapatan segmen bisnis ini sementara Serpong dan Bekasi masing-masing menyumbang 30% dan 22%.
Unit Usaha Lain-Lain
Pendapatan dari klub olahraga, hotel, dan manajemen properti serta layanan lain-lain yang tercakup dalam unit usaha ini naik Rp36 miliar (8%) menjadi Rp502 miliar. Secara kolektif, pendapatan ini menyumbang 8% dari total pendapatan tahun berjalan.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 7 Juli 2022, Perseroan juga mengumumkan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi, sebagai berikut;
Dewan Komisaris
Ir. Soetjipto Nagaria : Komisaris Utama
Harto Djojo Nagaria : Komisaris
Drs Edi Darnadi : Komisaris Independen
Lexy Arie Tumiwa : Komisaris Independen
Ge Lilies Yamin : Komisaris Independen
Direksi
Adrianto P. Adhi : Direktur Utama
Liliawati Rahardjo : Direktur
Soegianto Nagaria : Direktur
Herman Nagaria : Direktur
Sharif Benyamin : Direktur
Lidya Tjio : Direktur
Nanik Widjaja : Direktur
Jason Lim : Direktur
Atas pencapaian yang berhasil diraih pada 2021, perseroan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2021 bernilai total Rp99 miliar (Rp6 per saham).
Pada 2022, kendati pandemi relatif melandai, namun masih perlu diwaspadai. Pandemi yang masih berlangsung dan konflik global akan berdampak negatif pada pemulihan ekonomi dunia, karena rantai pasokan global terganggu.
Di tengah berbagai krisis yang melanda, Summarecon tetap berupaya memegang komitmen untuk memberikan kontribusi yang membangun negeri melalui produk-produk berkualitas yang memberikan kepuasan pelanggan serta meningkatkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.***