MMS Group Indonesia Teken Dua Kontrak Pasokan Listrik untuk Smelter Nikel dan Data Center dengan PLN

Oleh : Hariyanto | Rabu, 06 Juli 2022 - 09:45 WIB

MMS Group Indonesia Teken Dua Kontrak Pasokan Listrik untuk Smelter Nikel dan Data Center dengan PLN
MMS Group Indonesia Teken Dua Kontrak Pasokan Listrik untuk Smelter Nikel dan Data Center dengan PLN

INDUSTRY.co.id - Jakarta – MMS Group Indonesia (MMSGI) melalui dua anak usahanya, PT Mitra Informatika Gemilang (MIG) dan PT Mitra Murni Perkasa (MMP), melaksanakan penandatangan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan PT PLN (Persero) (PLN) secara bersamaan di Balikpapan dan Jakarta pada Kamis, 30 Juni 2022.

Penandatangan ini merupakan langkah strategis dari keseluruhan perjalanan dua proyek besar MMSGI dengan total kebutuhan listrik 199,8 MVA yang setara lebih dari 90 ribu rumah dengan daya 2200 VA.

“Acara ini merupakan bentuk kerjasama strategis antara MMS Group Indonesia dengan PLN dalam upaya pengembangan industri hilir dan pembangunan daerah. Serta merupakan bentuk dukungan grup terhadap pengembangan ekosistem digital yang menjadi perhatian Pemerintah saat ini”, ujar Adri Martowardojo, perwakilan MMS Group Indonesia yang dikutip INDUSTRY.co.id, Rabu (6/7/2022).

Perlu diketahui bahwa MMS Group Indonesia telah menjalin kemitraan strategis dengan PLN dimana, PT Multi Harapan Utama (MHU) menjadi top 10 supplier batu bara ke PLTU milik PT PLN. Maka dari itu kerjasama pengadaan tenaga listrik untuk dua proyek besar ini mempererat hubungan strategis MMS Group Indonesia dan PLN.

Edison Sipatuhar, selaku Executive Vice President Pelayanan Pelanggan Korporat dan Institusi Besar PT PLN (Persero) menyatakan bahwa penandatangan kerjasama ini diharapkan dapat memberikan dorongan atas kemajuan potensi yang dimiliki daerah serta meningkatkan keyakinan bagi pengembang atau investor nasional maupun internasional.

Seperti diketahui, era disruptif digital saat ini membuat pertukaran dan penyimpanan data menjadi hal yang krusial. Studi Google, Temasek, dan Bain & Company menyatakan bahwa ekonomi internet Indonesia diperkirakan memiliki Gross Merchandise Value (GMV) senilai USD 146 Miliar hingga tahun 2025.

Asia Tenggara juga diproyeksikan menjadi Kawasan dengan pertumbuhan Data Center tercepat dengan tingkat petumbuhan tahunan rata-rata sebesar 22% hingga 2024. Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan Data Center, hal ini diperkuat dengan masih rendahnya ketersediaan data center di Indonesia. Dengan total populasi yang lebih dari 270 juta jiwa, kebutuhan data center di Indonesia mencapai 5,6 MW per kapita, namun penggunaan saat ini hanya 1 watt per kapita.

Menjawab tantangan ini, MMSGI mengembangkan Downtown Data Center dengan standar global dan kualitas terbaik di kawasan strategis Kuningan Jakarta. Downtown Data Center dengan standar Tier 3+ akan beroperasi pada pertengahan 2023 mendatang.

Untuk mendukung keperluan ini, PLN memasok 59,8 MVA dengan Layanan Ultimate demi menjawab kebutuhan fasilitas penyimpanan data digital yang andal dan aman. Penandatanganan kontrak PJBTL tersebut dilangsungkan di Gedung TCC Batavia, kantor pusat MMS Group Indonesia dan dihadiri oleh GM PLN UID Jaya dan jajaran manajemen MIG.

Penandatanganan PJBTL PLN dan MMP berlangsung di Hotel Grand Tjokro Balikpapan yang dihadiri oleh GM PLN Unit Wilayah Induk Kaltimra dan jajaran manajemen MMP.

Peran PLN dalam pengembangan hilirisasi mineral nasional menjadi signifikan dengan komitmennya memberikan pasokan listrik tegangan tinggi dengan daya 140 MVA kepada PT Mitra Murni Perkasa (MMP). Fasilitas pemurnian nikel ini merupakan yang pertama di Kawasan Balikpapan, Kalimantan Timur.

Suplai listrik tersebut akan digunakan sebagai sumber energi fasilitas pemurnian nikel. Smelter nikel PT MMP memiliki 2 (dua) production line dengan total kapasitas produksi 27,800 ton per tahun. Hasil dari proses pemurnian ini berupa nickel matte yang merupakan bahan baku utama produksi baterai.

Keberadaan nickel matte sangat penting dalam mendukung pengembangan industri Baterai Nasional, khususnya bagi Indonesia sebagai salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar. Pengembangan industri hilirasasi yang terintegrasi merupakan kesempatan emas dalam membangun ekonomi hijau ke depan.
 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Jumat, 19 April 2024 - 11:01 WIB

Moody’s Pertahankan SCR Indonesia di Peringkat Baa2, Menko Airlangga: Kepercayaan Investor Masih Kuat

Lembaga Pemeringkat Moody’s kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia pada peringkat Baa2, satu tingkat di atas investment grade, dengan outlook stabil pada…

Menteri BUMN Erick Thohir

Jumat, 19 April 2024 - 10:35 WIB

Erick Peringatkan BUMN untuk Antisipasi Dampak Ekonomi dan Geopolitik Global

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memperingatkan BUMN untuk mengantisipasi dampak dari gejolak ekonomi dan geopolitik dunia. Erick mencontohkan inflasi AS sebesar 3,5 persen…

Founder dan CEO ONE Global Capital, Iwan Sunito

Jumat, 19 April 2024 - 10:20 WIB

Akuisisi Saham Crown Group, Iwan Sunito Tawarkan Rp1 Triliun kepada Paul Sathio

CEO ONE Global Capital, Iwan Sunito melayangkan penawaran penyelesaian senilai Rp1 triliun kepada Paul Sathio untuk mengakuisisi seluruh saham Crown Group.

Yili melalui Joyday Salurkan Bantuan melalui YKAI dan Komunitas Sosial

Jumat, 19 April 2024 - 10:16 WIB

Yili Melalui Joyday Salurkan Bantuan melalui YKAI dan Komunitas Sosial

Dalam semangat berbagi dan kepedulian di bulan suci Ramadhan, PT YILI Indonesia Dairy melalui merek unggulannya, es krim Joyday, telah melakukan serangkaian inisiatif program yang bertujuan…

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita

Jumat, 19 April 2024 - 09:55 WIB

Menperin Agus Bicara 'Blak-blakan' Soal Investasi Menggirukan Apple di Tanah Air

Indonesia tengah mendorong komitmen investasi dari Apple Inc. untuk menanamkan investasi di Tanah Air. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita yang turut hadir mendampingi…