INDUSTRY.co.id - Semenjak pandemi Covid-19, masyarakat Indonesia mulai peduli akan kesehatan tubuhnya dengan berolahraga. Seperti yang kita ketahui dengan olahraga tubuh akan bugar, sehat dan juga akan membantu menurunkan stres.
Meskipun saat ini olahraga sudah diperbolehkan di luar ruangan, masih ada masyarakat yang memilih berolahraga di dalam ruangan atau rumah dengan melihat tayangan di media sosial ataupun YouTube.
Namun, olahraga tanpa pendamping atau trainer berisiko sekali terjadi cedera lutut, kaki, persendian serta tulang belakang. Nah, jika sudah terjadi adapun langkah utama yang harus dilakukan ketika mengalami cedera.
Menurut Dokter Ortopedi, dr. Aldico Sapardan, Sp.OT menjelaskan pertolongan pertama bagi yang mengalami cedera saat olahraga adalah dengan melakukan RICE.
RICE merupakan singkatan dari Rest, Ice, Compression, dan Elevation.
"Rest ini di mana seseorang harus beristirahat. Lalu mengompresnya dengan es sebagai cara untuk mengurangi rasa bengkak, dan mengangkat tungkao kaki agar peredaran darah mengalir," jelasnya saat ditemui Industry.co.id di Klinik Utama JLA beberapa waktu lalu di daerah Senayan, Jakarta Selatan.
dr. Aldico juga menyarankan jika mengalami cedera tidak dianjurkan untuk dipijat atau dibebet karena berisiko bengkak.
"Kalu dikompres pakai air es itu fungsinya mengurangi bengkak, kalau dipijat khawatirnya bisa makin bengkak atau parah," tuturnya.
Lebih lanjut, ia juga mengatakan selain menggunakan air dingin bisa juga menggunakan air hangat. "Air dingin itu gunanya membantu meringankan peradangan yang terjadi di dalam," tambahnya.
"Lalu, setelah itu bisa dikompres air hangat. Tujuannya agar daerah cedera mendapatkan oksigen untuk pemulihan. Dengan air hangat membantu darah mengalir ke daerah cedera lebih banyak di mana darah membawa oksigen yang dibutuhkan untuk tubuh," jelas dia.
Ia juga mengingatkan jika cedera tidak kunjung pulih dalam waktu lebih dari 48 jam disarankan untuk pergi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan. "Jadi setelah 48 jam kalau nyeri belum hilang ada baiknya konsultasi ke dokter supaya dilakukan peninjauan atau pemeriksaan lebih lanjut," tukasnya.