INDUSTRY.co.id - Purwokerto - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) terus menggenjot penumbuhan wirausaha baru atau enterpreneur di lingkungan kampus.

Advertisement

Hal ini ditandai dengan digelarnya Kick Off program "Paten Goes to Campus" di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Jawa Tengah, Sabtu (4/6/2022).

Acara tersebut dihadiri Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jebul Suroso, Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PKB Siti Mukaromah, Jajaran Eselon I KemenKopUKM, serta 1.200 mahasiswa dan mahasiswi UMP.

Advertisement

Dalam sambutannya, Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan, Indonesia diprediksi oleh berbagai lembaga di dunia akan menjadi empat negara maju pada tahun 2045.

Menurutnya, indikator menjadi negara maju salah satunya yaitu peningkatan jumlah wirausaha mapan.

Advertisement

Saat ini, lanjut Teten, penumbuhan wirausaha baru di Indonesia masih sangat rendah yaitu 3,47%. Angka tersebut masih jauh dibawah Singapura (7,6%), Malaysia (4,74%) dan Thailand (4,26%). Sementara untuk menjadi negara maju minimal 4% dan di negara maju rata-rata sudah mencapai 10 - 14%.

"Karena itu, target kami pada 2024 rasio kewirausahaan di Indonesia mencapai 3,95 persen," kata MenKopUKM Teten Masduki.

Advertisement

Untuk mencapai target tersebut, terang MenKopUKM, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerbitkan Perpres No.2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. 

Adapun tujuan dari Perpres tersebut bertujuan untuk menumbuh kembangkan wirausaha yang berorientasi pada nilai tambah dan mampu memanfaatkan teknologi. 

"Dengan adanya Perpres Kewirausahaan diharapkan mampu memberikan kemudahan, insentif, dan pemulihan bagi wirausaha sehingga dapat melahirkan the future SME yang berbasis teknologi, adaptif dan weel educated," katanya.

Lebih lanjut, MenKopUKM mengatakan, Universitas saat ini harus merubah mindset melalui kurikulumnya dalam mencetak sarjana untuk menjadi wirausaha berpendidikan yang berdaya saing dan inovatif dengan menciptakan lapangan kerja bukan lagi pencari kerja.

Selain itu, Universitas juga berperan penting dalam memajukan kewirausahaan, salah satunya dengan mendorong spin-off kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga wirausaha kita wirausaha yang memiliki inovasi, kompetitif serta siap tarung baik di pasar domestik maupun global. 

"Saya dengar mata kuliah kewirausahaan ada sampai dengan 6 semester di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, tentu ini sebuah terobosan inovasi yang baik," terang Teten.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Teten menyempatkan diri berdiskusi dengan beberapa mahasiswa UMP sebagai calon enterpreneur yang sudah merintis usahanya dari beberap tahun lalu.

"Saya merasa bangga, banyak mahasiswa UMP yang sudah siap menjadi wirausaha mapan. Ini akan memudahkan kami mengejar target penambahan 1 juta wirausaha baru di tahun ini, dan saya harap 25% nya dari UMP," harap Teten.

MenKopUKM menekankan bahwa PR besar ini diperkukan kolaborasi multi pihak, khususnya terkait penciptaan wirausaha yang unggul. 

"Saya yakin sudah saatnya mahasiswa sebagai generasi muda mengambil peran yang lebih strategis dalam pengembangan kewirausahaan nasional," katanya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PKB Siti Mukaromah mengapresiasi program "Paten Goes to Campus" KemenKopUKM yang bertujuan menumbuhkan wirausaha mapan berbasis kampus 

"Ini merupakan program yang sangat kongkret dan kami akan terus mendorong program ini ketik menkadi energi positif untuk meningkatkan ekonomi Indonesia," terangnya.

Terkait anggaran, lanjut Situ, pihaknya akan terus mendukung agar program kongkret ini bisa berjalan baik dan terimplementasikan secara menyeluruh.

"Kami akan dorong semaksimal yang kita mampu, tentunya dengan anggaran dan pagu yang kami akan sesuaikan dengan kondisi keuangan negara saat ini dan seandainya belum bisa secara keseluruhan tentu kami berharap step by step bisa kami lakukan dan kawal benar-benar," terang Siti.

"Tentunya kami sebagai mitra KemenKopUKM akan mengawal dan melakukan pengawasan dan sinergitas bersama agar program ini benar-benar menjadi kekuatan Indonesia," tutup Siti.