INDUSTRY.co.id - Pontianak – Kompetisi Sociopreneur merupakan kompetisi yang diadakan oleh PT PLN (Persero) dan Yayasan Karya Salemba Empat. Kompetisi ini berfokus di bidang kewirausahaan sosial bagi individu dan kelompok, yang memiliki usaha berbasis pemberdayaan masyarakat dalam menjalankan usahanya.

Advertisement

Kategori Lomba Sociopreneur ini, dapat diikuti oleh mahasiswa dan masyarakat umum. Tujuannya, diharapkan dapat mempersiapkan peserta program, menjadi wirausahawan muda yang turut aktif melakukan pemberdayaan masyarakat.

Kompetisi sociopreneur ini membuka kesempatan untuk mahasiswa Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kampus Pontianak, untuk menambah pengalaman berkompetisi di tingkat Nasional.

Advertisement

Universitas BSI kampus Pontianak mengirimkan dua tim. Salah satu tim yang dinamai ‘Tebas’, berhasil lolos menjadi salah satu finalis, masuk dalam jajaran 25 finalis terpilih, dari total 939 peserta yang berasal dari perguruan tinggi terkemuka di seluruh Indonesia.

Anggota tim Tebas diantaranya Sella Septiani, Idel Lia Noviasari, dan Muhammad Alim Purnama dari program studi Sistem Informasi Akuntansi Universitas BSI kampus Pontianak. Mereka hadirkan ide bisnis yaitu inovasi tenun ramah lingkungan yang berasal dari limbah daun nanas.

Advertisement

Sella, salah satu anggota menjelaskan, kini, tak sedikit limbah daun nanas yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh petani. Pemanfaatannya, bisa diolah menjadi serat benang, sebagai salah satu bahan kain tenun lokal yang ramah lingkungan.

“Keberhasilan kami hingga ke tahap ini, tidak terlepas dari serangkaian proses sebelumnya yaitu proses pendaftaran, administrasi, pengiriman proposal, dan pengumpulan video kreatif,” ujar Sella, Rabu (25/5).

Advertisement

Lanjutnya, kompetisi ini membuat ia dan timnya termotivasi untuk meningkatkan ide kreatif dan meningkatkan nilai sosial di masyarakat.

“Hadiah yang ditawarkan juga lumayan besar, untuk juara 1 sebesar 30 juta ditambah dengan dana implementasi,” pungkasnya.

Dalam hal ini pula, Universitas BSI kampus Pontianak, khususnya kepala kampus mendukung penuh tim Tebas, dalam mengikuti kompetisi ini. Selain itu, mereka juga dibantu dan didampingi oleh lembaga BSI Entrepreneurship Center (BEC), prodi dan dosen-dosen Universitas BSI kampus Pontianak.

Nurmalasari, selaku koordinator BEC Universitas BSI kampus Pontianak mengatakan, pihaknya sangat senang dengan kabar baik ini. Di mana mahasiswa Universitas BSI kampus Pontianak mampu bersaing dengan menyisihkan ratusan peserta dari perguruan tinggi seluruh Indonesia.

“Tentunya bangga dengan pencapaian mereka. Ini bisa menjadi motivasi untuk mahasiswa lain dalam berkarya dan berinovasi,” kata Nurmalasari.

Ia menjelaskan, untuk tahap selanjutnya, mereka akan dinilai dengan melaksanakan pitching di depan dewan juri secara online, melalui zoom.

“Kami akan selalu pantau, terus mendammpingi serta membimbing mereka hingga mendapatkan hasil yang terbaik. Dan tentunya kami optimis dapat menjurai kompetisi ini,” tandasnya.(*)